Disulap Jadi Wisata Kuliner Kelas Dunia, Proyek Pasar Baru-Pecinan Lama Murni Pakai Investasi Swasta
Ravianto August 25, 2026 01:35 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kawasan Pasar Baru hingga Pecinan Lama dan sejumlah ruas jalan di sekitar pusat perdagangan tersebut dibidik oleh Pemkot Bandung untuk dijadikan destinasi kuliner kelas dunia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan, konsep pengembangan kawasan tersebut telah masuk dalam rencana, tetapi pelaksanaannya masih menunggu kepastian kesiapan para pelaku usaha dan investor yang akan terlibat.

"Kalau itu memang konsepnya sudah masuk, tapi saya memang menunggu kepastian dari kesiapan para pelakunya dulu dan juga kerja sama dalam rangka pembangunan penyiapan lokasi," ujar Farhan, Selasa (25/8/2026).

Pengembangan kawasan tersebut, kata dia, nantinya akan menggunakan skema kerja sama investasi antar swasta.

Pemkot Bandung tidak menjadi pihak yang berinvestasi, melainkan berperan dalam penataan kawasan dan memastikan aspek regulasi berjalan.

"Semuanya dalam format kerja sama investasi antar swasta. Pemerintah hanya mengatur regulasinya, artinya kita kembali ke fungsi penataan dan penertiban. Investasi 100 persen swasta," katanya.

Baca juga: Pasar Baru Bandung Sambut Pelancong Malaysia dan Singapura: Angin Segar Reaktivasi Bandara Husein

Farhan mengatakan, konsep pengembangan kawasan tersebut sudah disiapkan.

Nantinya, kawasan Pasar Baru akan terhubung dengan Pecinan Lama sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner dan ekonomi kreatif Kota Bandung.

"Konsepnya sudah bagus. Nanti akan melibatkan area di Pasar Baru dan juga Pecinan Lama. Keren lah," ucap Farhan.

RAMADAN - Suasana salah satu toko di kawasan Pasar Baru.
RAMADAN - Suasana salah satu toko di kawasan Pasar Baru. (Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati)

Selain itu, pengembangan kawasan tersebut akan diikuti pembenahan Jalan ABC, Suniaraja, Alkateri, hingga kawasan belakang Pasar Dulatip.

Langkah ini akan dilaksanaka pada tahun 2027 sesuai kesepakatan dengan Pemprov Jabar.

"Itu akan memberikan alasan untuk kita di tahun 2027 semua jalan-jalan kecil ABC, Suniaraja, Alkateri itu jalannya akan dirapikan lagi semuanya," katanya.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur jalan menjadi bagian penting untuk mendukung konsep kawasan kuliner dan wisata, sehingga penataan tidak hanya menyangkut pelaku usaha, tetapi juga kualitas lingkungan dan akses pengunjung.

Farhan mengatakan, terdapat dua konsep yang akan dikembangkan yakni Pecinan Lama yang menjadi bagian permanen dari kawasan pengembangan dan konsep kawasan kuliner yang dibuka pada malam hari dengan pendekatan menjaga kebersihan lingkungan.

"Mungkin jadi dua konsep lah. Satu Pecinan Lama, satu lagi yang konsep dibuka hanya setiap malam, datang bersih, pulang bersih," ujar Farhan

Di sisi lain, pihaknya juga membuka peluang penyediaan transportasi khusus yang menghubungkan Bandara Husein Sastranegara dengan kawasan Pasar Baru dan sejumlah destinasi lainnya.

Farhan mengatakan, saat ini belum tersedia kendaraan khusus tersebut, tetapi usulan penyediaan layanan shuttle sudah ada dan pemerintah masih menunggu proposal dari sejumlah pelaku angkutan swasta.

"Belum ada, tapi usulannya sudah ada. Saya masih menunggu usulan dari beberapa pelaku angkutan swasta untuk menyediakan shuttle antara bandara dengan beberapa titik yang lain," katanya

Menurutnya, layanan tersebut nantinya tidak hanya diarahkan menuju Pasar Baru, tetapi dapat menghubungkan bandara dengan sejumlah kawasan wisata dan pusat aktivitas kota lainnya, seperti Dago. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.