Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan. OMC dilakukan untuk penanggulangan defisit air di Waduk Sepaku dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Operasi ini juga mengerahkan tim dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), TNI AU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Operasi ini dilakukan juga untuk memancing hujan di wilayah-wilayah kritis.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa operasi sangat mendesak. Tercatat, sepanjang 1-23 Agustus 2026, jumlah titik panas di Kaltim mencapai 13.273 titik.
"Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).
Titik Panas Meningkat 35,5 Persen
BMKG juga melihat adanya peningkatan sebesar 35,5 persen titik panas dibandingkan periode yang sama pada puncak kemarau El Nino tahun 2015 silam.
Budi menyebut di wilayah umum terjadi Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori Sangat Pendek hingga Panjang dengan durasi terpanjang di Kab Kutai Barat dan Kab. Paser yang mencatat HTH selama 28 hari berturut-turut.
Adapun potensi hujan di Kaltim bagian barat, barat laut, dan utara diprediksi terjadi pada 24-26 Agustus 2026. Kemudian berlanjut pada 27 Agustus-1 September 2026.
OMC ini dilakukan selama 22-27 Agustus 2026. Sejauh ini OMC terlihat sudah menghasilkan hujan yan turun selama dua hari.
"Kemudian, OMC di Kabupaten Berau mulai dilaksanakan pada 24-28 Agustus untuk mengatasi titik panas berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB dan BMKG," tambah Budi.
Kaltim Berstatus Siaga Bencana
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji bahwa Kaltim saat ini tengah berada dalam status Siaga Bencana. Seno mengingatkan masing-masing daerah untuk mewaspadai kerawanan dan kondisi kebencanaan di wilayahnya.
Ia memastikan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga Masyarakat Peduli Api terus dikerahkan di lapangan untuk memadamkan sekitar 200 titik api yang masih terpantau.
Tak hanya OMC, BMKG dan pemerintah setempat telah mendirikan posko PMC di beberapa titik. Misalnya di Posko Pekanbaru, Riau sebanyak 26 sorti bahan semai untuk penanganan karhutla telah diterbangkan.
Kemudian di posko Palembang, Sumatera Selatan OMC sudah dilakukan sejak 22 Agustus 2026. Begitu juga di posko Pontianak, Kalimantan Barat OMC telah dilakukan sejak 23 Agustus 2026.




