Jakarta (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim) membuka tempat pangkas rambut (barbershop) sebagai wadah keterampilan warga binaan, dalam program pembinaan keterampilan yang dijalankan Subseksi Bimbingan Kegiatan (Bimgiat).
"Kami ingin keterampilan yang diperoleh warga binaan tidak berhenti selama berada di dalam Rutan. Melalui pelatihan barbering, mereka dibekali kemampuan yang bisa menjadi modal ketika nantinya kembali ke masyarakat," kata Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra di Jakarta, Selasa.
Gusti menyebut, program barbershop Bimgiat ini memberikan pelatihan kepada warga binaan mengenai dasar-dasar teknik tata rambut (barbering), pengenalan alat, hingga berbagai gaya rambut dengan pendampingan pembina.
"Setelah memiliki keterampilan, warga binaan juga dapat memberikan layanan pangkas rambut kepada sesama warga binaan," ujar Gusti.
Gambaran mengenai program tersebut terlihat saat Chef King Abdi mengunjungi Bimgiat Rutan Kelas I Cipinang sebelum mengikuti kegiatan bakti sosial memasak bersama Chef Nusantara.
Dalam kunjungan itu, King Abdi melihat secara langsung berbagai kegiatan keterampilan yang diikuti warga binaan, mulai dari pelatihan kopi, musik, seni lukis, hingga barbershop.
Dari sejumlah program yang diperkenalkan, King Abdi kemudian memilih mencoba layanan pangkas rambut.
"Sebelum masak-masak saya cukur rambut dulu biar makin ganteng. Ternyata barbershop di Rutan tidak kalah sama yang di luar. Tempatnya estetik, bersih, wangi, adem, dan yang cukur saya juga warga binaan yang sudah terlatih," kata King Abdi.
Setelah selesai, King Abdi melanjutkan agenda utama yakni bakti sosial memasak bersama Chef Nusantara untuk menyediakan 1.500 porsi makanan bagi warga binaan.




