TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Kala itu, kaum muda-mudi dan orangtua dari Balikpapan di bawah bendera komunitas ILO Next Trip melakukan perjalanan darat, melangkahkan kaki ke perbukitan Sepaku atau orang sering orang sebut Gunung Parung IKN.
Perjalanan dari Balikpapan pada tengah malam, 1 Agustus 2026. Rania Fatimah, Kapten ILO Next Trip Gunung IKN, menyatakan, proses pendakian diambil pada tengah lama agar saat pagi buta bisa di puncak Gunung Parung, untuk melakukan doa dan renungan untuk bangsa Indonesia.
"Kami juga mau menikmati terbitnya sang fajar di puncak," kata Rania, perempuan yang mengenakan jilbab.
Wisata berbasis alam ini seringkali dikunjungi banyak orang, terutama para pecinta alam. Soal fasilitas air bersih, tidak diragukan lagi.
Baca juga: Kepincut Goa Cinta Gunung Parung IKN Nusantara, Pesona Batu Bentuk Love Tersorot Benderang Surya
Namun satu hal yang berbeda dengan gunung lainnya, di Gunung Parung IKN tidak tersedia mata air yang siap diminum.
Saat bersua dengan Rizky Hidayat, pemandu wisata alam Gunung Parung IKN menyatakan, di alam Kalimantan sulit mencari sumber mata air yang bisa dikonsumsi secara langsung tanpa harus repot dimasak.
"Di sini tersedia air dari penampungan, ada semacam danau," ujar Rizky di area Pos 1 Gunung Parung IKN kepada TribunKaltim.co.
Wisata alam Gunung Parung di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur dilengkapi dengan air bersih pada bagian kaki gunung pos satu.
Pengamatan TribunKaltim.co, satu bilik kayu terdapat pancuran air yang ditampung ke bak silinder plastik.
Baca juga: Menjelajahi Keindahan Gunung Parung IKN Nusantara dan Memaknai Persaudaraan dalam Petualangan
Wadah penampungan air tersebut bisa menampung sekitar 10 galon air atau kalau diakumulasikan ke liter yaitu 190 liter.
Bilik sumber air bersih ini tidak pernah sepi, seringkali dipakai oleh para pengunjung atau pendaki Gunung Parung IKN. Biasanya untuk buang air kecil dan air besar. Jarang sekali digunakan untuk aktivitas mandi.
Kali ini TribunKaltim.co, mencoba masuk ke bilik. Ruangan landasan bilik bukan dari beton keramik terbuat dari kayu ulin.
Sementara pada bagian dinding bilik terbuat dari lapisan seng bergelombang. Dari luar terlihat merah marun.
Airnya dingin saat tersentuh kulit. Tidak terlalu jernih, sedikit ada warna abu-abu muda.
Kualitas air semacam ini sudah lumrah di bumi Kalimantan. Kondisi air yang tidak bening seperti ini bisa dibilang sudah bagus untuk kelas geografi Kalimantan.
Kata Rizky yang kelahiran Sepaku, membeberkan, alam Sepaku sangat sukar mencari air bersih, dibandingkan dengan di Sulawesi atau Pulau Jawa, jelas sangat mudah.
Baca juga: Sambut HUT 81 RI, Komunitas ILO Next Trip akan Mendaki Gunung Parung di IKN
"Itu di sini airnya dari air hujan. Hujan turun ditampung, ada juga dari aliran-aliran sungai kecil dari hutan-hutan. Bersih, kan dari hulu," ujar pria berkulit sawo matang ini.
Pasokan air tidak pernah habis. Saat keran air dibuka, air mengucur deras. Bak biru plastik pun selalu terisi penuh.
Bagi pendaki yang ingin cuci muka, buang air kecil, mandi, buang air besar tidak lagi bingung. Tersedia fasilitasnnya meski hanya satu unit, harus antre jika sedang banyak pendaki.
Fasilitas toilet ini hanya tersedia satu unit, di pos-pos lainnya tidak ada, apalagi di dataran tinggi dan puncak Gunung Parung IKN pada ketinggian 687 mdpl.
Menurut Rizky, fasilitas toilet merupakan prasyarat wajib yang harus dipenuhi dalam lokasi wisata.
Apalagi, Gunung Parung IKN ini tidak lagi sebagai areal khusus kepentingan industri perkayuan tapi sudah menjadi wisata berbasis alam dan edukasi di kawasan IKN Nusantara.
Dia antara pendaki ada yang mendirikan tenda kemping, menginap lebih dari satu hari. Ada aktivitas konsumsi, tentu saja butuh toilet untuk merelaksasi pencernaan organ tubuh.
Bagi yang kemping, pihak pengelola Pokdarwis Gunung Parung IKN melarang membuat di puncak gunung. Semua yang memilih kemping dipusatkan hanya di pos satu saja.
"Buat tenda di atas itu rawan. Kadang anginnya kencang, takut tertima pohon. Ada juga kadang sampah buang sembarangan. Jadi menumpuk, mengotori daerah atas," beber Rizky.
(TribunKaltim.co/Budi Susilo)