Maulid Nabi di Manokwari: Menguatkan Ukhuwah dan Membentuk Generasi Berakhlak
Hans Arnold Kapisa August 25, 2026 06:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Manokwari menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai kehidupan Rasulullah SAW.

Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menegaskan keteladanan Rasulullah sangat relevan diterapkan di tengah kompleksitas kehidupan masyarakat saat ini.

Menurutnya, nilai kesabaran, kasih sayang, persaudaraan, keadilan, dan kejujuran dapat menjadi pedoman menjaga persatuan serta mendorong masyarakat saling berbuat baik tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

“Nilai kejujuran, amanah, keadilan, dan persaudaraan yang diajarkan Rasulullah SAW dapat menjadi landasan dalam membangun pemerintahan dan masyarakat yang berkarakter,” ujar Mugiyono, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Hadiri Maulid Nabi di Polresta Manokwari, Mugiyono Ajak Umat Islam Teladani Akhlak Rasulullah

Ia menjelaskan, kejujuran menjadi dasar pemerintahan yang baik, amanah sebagai landasan tanggung jawab, sementara keadilan harus menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Manokwari, lanjutnya, memandang kehidupan beragama sebagai fondasi penting pembangunan daerah, sehingga berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menjalankan kehidupan keagamaan secara aman, tertib, dan damai.

Mugiyono juga mengajak umat Muslim menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

“Marilah kita memperkuat persaudaraan sesama umat Islam, persaudaraan sebagai anak bangsa, serta persaudaraan sebagai sesama manusia. Hubungan baik dengan seluruh umat beragama harus terus kita jaga,” katanya.

Baca juga: Tradisi Berebut Telur Hias Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Fakfak Papua Barat

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua, guru, ulama, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, anak-anak dan pemuda tidak cukup hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki iman, akhlak, serta rasa cinta terhadap daerah dan bangsa.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Suardana, menyebut peringatan Maulid Nabi sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, terutama dalam memperkuat kerukunan dan menumbuhkan kecintaan terhadap kemanusiaan.

Baca juga: Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Meriah di Masjid Agung Al Muttaqin Bintuni

Ia menegaskan, Nabi Muhammad SAW adalah sosok dengan akhlak mulia yang menjadi rahmatan lil alamin.

“Keteladanan beliau harus menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang rukun, damai, dan penuh kasih terhadap sesama,” ujar Suardana.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah, tetapi juga memperkuat kerukunan dan persaudaraan di Kabupaten Manokwari.

Dengan demikian, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung terciptanya masyarakat Manokwari yang harmonis, toleran, dan berkarakter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.