Jangan Lewatkan Momen Mengenal Seni Massenrempulu di Gala Budaya Alla
Ari Maryadi August 25, 2026 07:07 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Alun-alun Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, bakal menjadi panggung perjumpaan seni dan budaya Massenrempulu pada Sabtu (29/8/2026).

Gala Seni Budaya 3 Ornamen Massenrempulu digelar untuk kembali menghidupkan semangat generasi muda dalam mengenal warisan budaya daerah.

Pimpinan Produksi Gala Seni Budaya 3 Ornamen Massenrempulu, Kano Mallararumpa, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar menjadi pertunjukan seni.

"Ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali seni dan budaya Massenrempulu kepada generasi muda," kata Kano kepada Tribun Timur, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, generasi muda perlu diberi ruang untuk melihat langsung keberagaman tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Enrekang.

"Jangan sampai anak-anak muda kita hanya tahu budayanya dari cerita. Mereka juga harus melihat, memahami, dan ikut merasakan," ujarnya.

Gala Seni Budaya ini mengangkat tiga ornamen seni budaya yang memiliki karakter dan cerita masing-masing.

Ketiganya yakni Barutung dari Desa Parombean, Musik Bambu dari Desa Bolang, serta Mappadendang dari Kabere, Desa Taulan.

Barutung adalah alat musik tradisional berbahan bambu yang berasal dari Desa Parombean, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Musik ini lahir dari kebiasaan warga saat mengantre giliran mengambil air di satu-satunya sumber mata air desa.

Musik ini sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti pesta panen, pernikahan, hingga acara kedukaan.

Selanjutnya, Musik Bambu dari Desa Bolang ecamatan Buntu Batu, adalah kelompok kesenian tradisional yang menggunakan alat musik berbahan dasar bambu.

Musik tersebut sering ditampilkan dalam kolaborasi seni lokal seperti pada festival budaya di wilayah Massenrempulu.

Sementara Mappadendang adalah tradisi pesta panen dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang melimpah, yang juga dilestarikan oleh masyarakat di Dusun Kabere, Desa Taulan, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang,

Ketiga kesenian tersebut akan menjadi bagian penting dalam rangkaian acara yang dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

Kano menjelaskan, selain penampilan seni, acara juga menghadirkan talkshow budaya yang menghadirkan narasumber dari masing-masing talent.

"Di talkshow nanti akan dibahas lebih jauh tentang seni, tradisi, dan nilai-nilai yang ada di balik masing-masing budaya," jelasnya.

Narasumber dari Barutung, Musik Bambu, dan Mappadendang diharapkan dapat membuka wawasan peserta mengenai makna yang terkandung dalam setiap kesenian.

Bagi Kano, mengenalkan budaya tidak cukup hanya dengan mempertontonkan sebuah pertunjukan.

"Yang paling penting adalah bagaimana mereka memahami kenapa budaya itu ada dan apa nilai yang diwariskan di dalamnya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Produksi, Finsa Kurniawan menyampaikan, agendaini menyasar berbagai kelompok generasi muda, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga organisasi dan lembaga kepemudaan.

Keterlibatan anak muda menjadi bagian penting karena keberlangsungan budaya sangat bergantung pada adanya generasi yang bersedia mengenal dan meneruskannya.

"Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah atau pelaku seni. Anak muda juga punya peran besar," tegas Kano.

Ia berharap Gala Seni Budaya 3 Ornamen Massenrempulu dapat menjadi titik temu antara pelaku seni, masyarakat dan generasi muda.

"Harapannya setelah kegiatan ini, semakin banyak anak muda yang bangga dengan budaya Massenrempulu," ungkapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.