Sumur Kering, Polsek Bukit Bestari Datang Bawa 5 Ton Air Bersih Bantu Warga Tanjungpinang
Septyan Mulia Rohman August 25, 2026 11:07 PM

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Musim kemarau panjang menyisakan kepedihan yang paling nyata di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Di kawasan Jalan Panglima Dompak, Kelurahan Dompak, sumur-sumur warga mengering pun mulai mengering. 

Keran tak lagi mengalir. Memasak, mencuci, hingga mandi menjadi hal yang sulit bagi warga setempat. 

Warga yang paling terdampak yakni, mereka yang berdomisili di Perumahan Puri Sri Gading dan Crystal Valley.

Mereka kini  harus berjuang demi setetes air bersih. 

"Kami sangat sulit saat ini. Sumur kami sudah kering. Tidak ada yang bisa kami harapkan lagi," aku seorang warga, Tanjungpinang, Kamaruddin, Selasa (25/8/2026).

Dia mengaku sudah dua pekan tidak mendapatkan air bersih yang layak. 

Saat ini mereka sangat membutuhkan air bersih tersebut.

Melihat kesulitan itu, Polsek Bukit Bestari bergerak cepat.

Senin (24/8/2026), armada tangki air bersih tiba di tengah pemukiman, membawa 5 ton air bersih.

Seolah membawa harapan baru bagi 50 Kepala Keluarga yang terdampak paling parah.
 
Warga sudah menunggu sejak lama. Begitu kendaraan berhenti, mereka bergegas membawa ember, drum, jerigen, dan segala wadah yang ada.

Wajah yang tadinya cemas perlahan berubah lega saat air bersih mulai mengalir memenuhi penampungan mereka.

Bagi warga di sini, air bukan sekadar cairan itu adalah kebutuhan dasar yang kini semakin sulit didapat.
 
Krisis air di Dompak bukan hal sepele. Kekeringan yang berlangsung lama membuat pasokan air tanah menyusut drastis. 

Sumur yang selama ini menjadi andalan warga kini hanya menyisakan lumpur atau air yang keruh. 

Tidak ada alternatif lain, warga terpaksa harus berhemat ekstrem, berbagi, bahkan rela menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.
 
Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Suardi  menyampaikan bahwa kehadiran pihak kepolisian adalah bentuk kepedulian nyata di tengah kesulitan warga.
 
"Kami hadir di sini karena merasakan kesulitan yang dialami warga. Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Ketika warga kesulitan memenuhinya, maka kewajiban kami untuk membantu sebisa mungkin," ujarnya.
 
Ia juga mengimbau warga untuk tetap bijak menggunakan air dan saling bergotong royong selama musim kemarau belum berakhir. 

Polsek Bukit Bestari pun menegaskan kesiapannya untuk kembali menyalurkan bantuan lanjutan jika kondisi kekeringan masih berlanjut.
 
Ketua RT 2 RW 3 Kelurahan Dompak, Yasri, menyambut baik dan sangat berterima kasih atas bantuan tersebut.

Ia mengakui bahwa air bersih kini menjadi kebutuhan yang paling sulit didapat di lingkungannya.
 
"Kami sangat berterima kasih. Bantuan air ini sangat kami butuhkan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut selagi kemarau masih panjang dan air masih sulit didapatkan," ucapnya tulus.
 
Di tengah terik matahari yang terus menyengat, air bersih yang mengalir dari tangki itu bukan sekadar bantuan logistik.

Itu adalah bukti bahwa di masa sulit, kepedulian antarwarga dan lembaga tetap mengalir setara dengan air yang memberi kehidupan. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.