TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Suasana Gedung Nasional Dabo Singkep menjadi saksi dimulainya langkah baru Partai Golkar Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Senin (24/8/2026).
Dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Lingga Tahun 2026, partai berlambang pohon beringin itu mulai menyusun kekuatan menghadapi pertarungan politik pada Pemilu 2029.
Dari empat kursi yang saat ini dimiliki di legislatif, Golkar Lingga memasang target peningkatan menjadi enam kursi.
Target tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam konsolidasi organisasi yang berlangsung melalui Musda.
Musda V sekaligus menetapkan Aziz Martindas sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lingga periode 2025–2030.
Penetapan Aziz berlangsung setelah dirinya menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau, Ade Angga mengatakan, Musda Lingga merupakan musda keempat dari rangkaian musyawarah daerah Partai Golkar di tingkat kabupaten/kota se-Kepri.
Seluruh rangkaian tersebut ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
Menurut Ade, berdasarkan laporan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), tidak terdapat kandidat lain yang mendaftarkan diri selain Aziz Martindas.
Karena itu, proses penetapan dilakukan sesuai mekanisme organisasi melalui musyawarah mufakat dan aklamasi.
“Ini bermakna hanya ada calon tunggal dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku nanti akan disahkan secara aklamasi. Tetapi tentu tahapan-tahapan dan mekanisme tetap dilaksanakan,” ujar Ade Angga saat diwawancarai.
Rangkaian Musda kemudian dilanjutkan melalui sidang pleno hingga akhirnya Aziz Martindas ditetapkan sebagai ketua.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran DPD Partai Golkar Kepri juga menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Ade menekankan bahwa Musda bukan sekadar forum pergantian atau penetapan kepengurusan.
Lebih dari itu, forum tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal dengan mengedepankan semangat kekeluargaan.
“Ini merupakan arahan dari Ketua DPP Partai Golkar, setiap musda kabupaten/kota dilaksanakan dengan penuh semangat kekeluargaan, penuh semangat musyawarah dan saling menyimpan energi untuk kemenangan Pemilu 2029,” tuturnya.
Untuk mengejar tambahan dua kursi, konsolidasi akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.
Ade menyebut proses tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan dan ditargetkan selesai paling lambat Desember 2026.
“Partai Golkar Kabupaten Lingga harus menargetkan penambahan kursi yang sebelumnya empat kursi dan target ke depan itu menjadi enam kursi. Dan ini sangat memungkinkan karena konsolidasi Partai Golkar akan kita gelar secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Aziz Martindas menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia memastikan kepengurusan baru akan segera dibentuk dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.
Selain memperkuat mesin politik untuk menghadapi Pemilu 2029, Aziz juga membawa agenda sosial sebagai bagian dari program kerja partai.
Bantuan sosial bagi kader maupun masyarakat yang membutuhkan menjadi salah satu program yang akan didorong ke depan.
Bagi Golkar Lingga, Musda V menjadi titik awal untuk membangun kembali kekuatan organisasi dari tingkat kabupaten hingga akar rumput.
Target enam kursi yang telah dicanangkan kini menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru. (TribunBatam.id/Febriyuanda)