Suara Letusan Senpi Bikin Gemparkan Warga, 3 Polisi Ditembak Buronan Narkoba
Noval Andriansyah August 26, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Suasana dini hari di kawasan permukiman warga Kelurahan Kotabumi Udik mendadak berubah menjadi sangat mencekam ketika suara letusan senjata api tiba-tiba memecah kesunyian, pada Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Kapolres Lampung Utara Ungkap Awal Mula Baku Tembak, 3 Polisi Luka Pelaku Tewas

Warga yang sebelumnya masih sibuk merayakan kemeriahan perayaan hari kemerdekaan seketika panik dan berhamburan menyelamatkan diri akibat bunyi tembakan yang saling bersahutan. 

Peristiwa berdarah tersebut melibatkan aparat kepolisian yang tengah memburu terduga buronan kasus narkoba di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, tiga orang anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka tembak, sementara terduga pelaku kejahatan tewas di tempat.

Aparat setempat bersama warga yang berada di lokasi langsung bergegas mengamankan situasi dan mengevakuasi para korban luka ke rumah sakit terdekat.

Kepala Lingkungan (Kaling) 10 Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Idham Syah menceritakan momen mencekam baku tembak antara polisi dengan terduga DPO narkoba.

Peristiwa yang menagkibatkan tiga polisi luka tembak dan seroang pelaku meninggal dunia ini terjadi pada Selasa (25/8/2026) dini hari.

Idham Syah menceritakan bahwa peristiwa mencekam itu terjadi tepat setelah rangkaian acara perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungannya resmi dibubarkan.

"Suara letusan senjata api menggelegar di tengah kesibukan panitia yang sedang membereskan kursi dan membagikan hadiah perlombaan 17 Agustusan," kata Idham Syah saat diwawancarai di depan lokasi kejadian baku tembak, Selasa (25/8/2026) sore.

​Insiden baku tembak yang melibatkan aparat kepolisian dengan terduga pelaku kejahatan itu hanya berjarak sekitar 50-100 meter dari tempat acara berlangsung.

​"Sebelum terjadi penembakan tidak ada hal yang mencurigakan, biasa saja karena kita lagi pembagian hadiah perayaan 17 Agustusan," ujar Idham.

Namun setelah acara bubar, tiba-tiba terdengar suara letusan tembakan dari jarak sekitar 100 meter. ​Idham mengaku mendengar setidaknya 3 hingga 4 kali suara letusan tembakan yang cukup nyaring dari kejauhan.

"Keadaan pun langsung riuh lantaran panitia dan warga yang berada di dekat lokasi berlarian menyelamatkan diri," ungkapnya. ​

"Kondisi sempat sangat mencekam, tadinya warga menyangka ada orang berkelahi. Tetapi ternyata terjadi baku tembak antara polisi dan terduga pelaku," imbuh dia.

Anggota polisi yang datang ke lokasi ada sekitar 6 orang. Meskipun dirinya tidak melihat langsung detik-detik penembakan, laporan dari sejumlah panitia dan warga di lapangan menyebutkan bahwa terduga pelaku tewas tergeletak di lokasi.

Selain itu seorang anggota polisi juga dikabarkan ditembak pelaku dalam insiden berdarah tersebut.

​"Kalau melihat langsung korbannya saya tidak, tapi laporan dari panitia dan warga ada anggota polisi yang tertembak juga, informasinya ada 3 orang," kata Idham.

Dirinya saat di lokasi kejadian, pelaku sudah dibawa oleh teman-temannya menggunakan mobil, hanya tersisa bercak darah di TKP. Pihak kepolisian fokus mendahulukan evakuasi terhadap anggotanya yang terluka untuk segera dilarikan ke rumah sakit.

Sementara mengenai identitas terduga pelaku maupun motif penangkapan, apakah terkait kasus kriminal umum atau narkoba, Idham mengaku sama sekali tidak mengetahui dan dipastikan terduga pelaku ini bukan warga di lingkungannya.

"Jadi pelaku itu bukan warga sini, hanya saja tempat kejadiannya memang berada di lingkungan tempat tinggal kami," tegas Idham.

Dia mengimbau kepada seluruh panitia pada saat kejadian untuk tetap tenang dan menyelesaikan acara secara kondusif. Sebab peristiwa itu berada di luar ranah kegiatan warga.

"Saat ini, situasi di Lingkungan 10 Kelurahan Kotabumi Udik dipastikan sudah kembali aman dan kondusif," kata Idham.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.