Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kapolres Lampung Utara, AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., memastikan bahwa kondisi TKP (Tempat Kejadian Perkara) pasca baku tembak polisi dengan terduga pelaku narkoba kondusif.
Baca juga: Kesaksian Kepala Lingkungan dalam Baku Tembak Polisi di Lampung Utara, Terduga DPO Tewas
"Alhamdulillah pasca kejadian, situasi di lokasi penggerebekan di Muara Jaya dipastikan sudah terkendali dan kondusif," ujar perempuan kelahiran Lubuklinggau, Sumatera Selatan ini, Selasa (25/8/2026).
Petugas telah melakukan olah TKP dan kondisi di lokasi peristiwa tersebut saat ini sudah aman dan kondusif. Oleh karena itu, polwan alumni Akpol tahun 2005 ini mengimbau keras masyarakat agar tidak menguasai atau menyimpan senjata api ilegal jenis apa pun.
Hal itu karena memiliki sanksi pidana berat. Kepemilikan senpi ilegal itu dilarang keras di mana pun, bukan hanya di Lampung Utara.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki senpi ilegal agar menyerahkannya ke kepolisian atau melapor melalui hotline Call Center 110.
"Kami tidak akan segan menindak tegas secara hukum siapa pun yang menguasai senpi ilegal," tukas Raswidiati yang mencatatkan sejarah sebagai Polwan pertama memimpin Polres Lampung Utara.
Kapolres AKBP Raswidiati menceritakan awal mula peristiwa tersebut ketika polisi hendak melakukan penggerebekan seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) narkoba bernama Popi Handika Purba (PHP) berumur 31 tahun.
Awalnya, polisi mendapat laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang DPO kasus narkoba yang juga diduga menguasai senjata api (senpi) ilegal.
"Mendapat informasi tersebut, satu tim Tekab Reskrim Polres Lampung Utara langsung bergerak mendatangi lokasi yang dilaporkan," kata Raswidiati yang pernah menjabat Kasubdit 4 / Renakta (Remaja, Anak, dan Wanita) Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan ini.
Setibanya di lokasi kejadian, petugas terlebih dahulu melakukan penyisiran untuk menyergap sasaran. Namun saat anggota berupaya mendekat untuk melakukan penangkapan, pelaku menyadari kehadiran petugas.
"Pelaku yang menyadari kedatangan petugas langsung mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah anggota. Akibat tembakan tersebut, tiga personel kami terkena tembakan," ujar Polwan yang pernah menerima penghargaan dari Pemprov Sumatera Selatan atas dedikasinya dalam perlindungan perempuan dan anak.
Raswidiati menambahkan, target utama penangkapan sebenarnya hanya satu orang yang merupakan DPO kasus narkoba sejak Juni lalu. Terduga DPO ini langsung melepaskan tembakan ke arah anggota polisi.
Saat ini ketiga anggota polisi yang menjadi korban penembakan telah dievakuasi dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di wilayah Kotabumi dan Bandar Lampung.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan yang digunakan pelaku untuk menyerang petugas, beserta sejumlah amunisinya. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)