TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persija Jakarta harus menata ulang lini depannya setelah Gustavo Almeida resmi berpisah dengan klub menjelang Super League 2026/2027.
Gustavo meninggalkan Persija setelah tiga musim. Kepergian penyerang asal Brasil itu membuat Macan Kemayoran kini memiliki tiga striker, yakni Alexander Jeremejeff, Eksel Runtukahu, dan Agi Firmansyah.
Jeremejeff menjadi salah satu pilihan utama di lini depan. Striker asal Swedia berusia 32 tahun itu dikontrak Persija hingga 30 Juni 2028.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, berharap kehadiran Jeremejeff dapat menjawab kebutuhan tim di posisi penyerang.
“Dia adalah seorang striker yang cukup bagus. Saya rasa dengan hadirnya Alex, masalah di posisi striker yang dikhawatirkan oleh para pendukung kami dapat teratasi,” tutur Shin.
Kepergian Gustavo sendiri dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama.
Manajer Persija, Marsda TNI (Purn.) Ardhi Tjahjoko, mengatakan keputusan tersebut tidak mudah karena klub mempertimbangkan kualitas dan kontribusi Gustavo selama tiga musim.
“Keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang sangat matang. Kami semua tahu kualitas Gustavo sehingga sebenarnya sulit untuk melepasnya,” kata Ardhi.
Baca juga: Skuad Mewah Persib Bandung: Aroma Kuat Pemain Timnas Indonesia hingga 12 Legiun Asing
Gustavo kemudian mengungkapkan bahwa keputusan meninggalkan Persija berasal dari dirinya sendiri.
Ia mengaku tidak mudah menutup perjalanan tiga musim bersama klub ibu kota, tetapi merasa sudah waktunya membuka babak baru.
“Keputusan untuk menutup babak ini adalah keputusan saya sendiri. Itu bukan keputusan yang mudah, namun saya belajar bahwa dalam hidup maupun sepak bola, kita harus memahami kapan saatnya untuk melangkah maju,” ujar Gustavo.
Selama tiga musim bersama Persija, Gustavo mencetak 31 gol dari 55 penampilan di Liga 1 dan Super League.
Produktivitas terbaiknya terjadi pada Super League 2024/2025 ketika ia mencetak 18 gol dan satu assist dari 28 pertandingan.
Pada musim berikutnya, Gustavo membukukan 11 gol dan satu assist dari 20 penampilan.
Namun, cedera beberapa kali membuatnya absen dan tidak bisa tampil penuh sepanjang musim.
Pada putaran kedua Liga 1 2023/2024, Gustavo mencetak dua gol dari tujuh penampilan dalam musim debutnya bersama Persija.
Persija pun menyampaikan apresiasi atas kontribusinya selama berada di Jakarta.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Gustavo selama berseragam Persija, dan semoga terus menunjukkan kualitas terbaik di tim barunya,” lanjut Ardhi.
Jeremejeff datang dengan karakter penyerang tengah yang berbeda.
Pemain dengan tinggi 1,92 meter itu telah merasakan kompetisi di Swedia, Jerman, Belanda, dan Yunani.
Ia pernah memperkuat BK Häcken, Malmö FF, Dynamo Dresden, FC Twente, Panathinaikos, hingga PAOK.
Jeremejeff juga pernah tampil di kompetisi antarklub Eropa dan mencatat satu penampilan bersama Timnas Swedia.
Catatan golnya di Liga Swedia menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak tersebut. Pada musim 2021/2022, Jeremejeff menjadi top skor Liga Swedia setelah mencetak 22 gol.
Ia juga pernah merasakan sejumlah gelar di Swedia dan Yunani.
Namun, rekam jejak tersebut tetap harus diterjemahkan ke lingkungan baru bersama Persija.
Jeremejeff menyadari adaptasi menjadi pekerjaan awalnya di Jakarta. Ia ingin lebih dulu memahami permainan yang diinginkan pelatih dan membangun koneksi dengan rekan setim.
“Saya pikir yang paling penting adalah memahami keinginan pelatih dan membangun hubungan dengan rekan setim,” ujarnya.
Baca juga: Persija Vs Persib Dijadwalkan di SUGBK, The Jakmania: Semuanya Aman!
Jeremejeff mengaku sudah mengetahui Persija sebelum menerima tawaran bergabung.
“Saya tahu ini adalah klub terbesar di Indonesia. Ketika mendengar ketertarikan Persija, saya sangat ingin segera datang,” kata Jeremejeff.
Kini, Jeremejeff memulai babak baru setelah menjalani perjalanan panjang di Eropa.
Ia datang ketika Persija baru saja kehilangan Gustavo, penyerang yang menyumbangkan 31 gol dalam tiga musim.
Persija masih memiliki Eksel Runtukahu dan Agi Firmansyah sebagai pilihan lain di lini depan.
Komposisi itu akan menjadi bagian dari upaya Macan Kemayoran menghadapi Super League 2026/2027.
Ujian berikutnya adalah bagaimana Jeremejeff beradaptasi dan menerjemahkan rekam jejaknya ke kompetisi Indonesia.
Produktivitas 22 gol yang pernah ia catat di Liga Swedia menjadi bekal, tetapi pembuktiannya bersama Persija baru akan dimulai di lapangan.