Bus Putra Pelangi dan Isuzu Traga Bertabrakan di Bireuen, Sopir dan Kernet Pikap Meninggal
mufti August 26, 2026 11:39 AM

Saya berangkat dari Medan Senin malam. Tadi saya mau pipis ke belakang. Tiba-tiba terdengar dentuman keras. Begitu saya keluar dari toilet, sudah tabrakan. Wawan, Kernet Bus Scania Putra Pelangi

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di kawasan Desa Matang Wakeuh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, pada Selasa (25/8/2026) dini hari. Insiden yang melibatkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan mobil pikap ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.20 WIB ketika bus Scania Putra Pelangi dengan nomor polisi BL 7913 AA bertabrakan dengan mobil pikap Isuzu Traga BL 8498 LR.

Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Irwansyah Nasution, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika pikap Isuzu Traga yang memuat keranjang ayam dikemudikan oleh Samsul Bahri (23) melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan. Saat melintasi jalan tikungan di lokasi kejadian, pikap tersebut diduga melebar ke kanan hingga masuk ke jalur lawan.

Pada saat yang sama, dari arah berlawanan melaju bus Scania Putra Pelangi yang dikemudikan oleh Muhammad Azkal Azkia (26) dengan membawa sejumlah penumpang. Tabrakan tak terelakkan. Bagian depan kedua kendaraan saling menghantam dengan keras.

"Kedua kendaraan mengalami kerusakan parah. Sopir dan kernet pikap meninggal dunia akibat benturan keras tersebut," ujar Irwansyah di lokasi kejadian.

Identitas korban

Korban meninggal dunia dalam insiden ini adalah pengemudi pikap, Samsul Bahri (23), warga Desa Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, dan kernetnya, Fahrizal (20), yang juga warga Desa Arongan. Jenazah keduanya telah divum dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, sopir bus Muhammad Azkal Azkia dan seorang penumpang bernama Tutia Rahmi (34), ibu rumah tangga asal Pidie, mengalami luka-luka dan segera dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk mendapat perawatan intensif.

Detik-detik kecelakaan

Suasana lokasi kejadian sempat mencekam. Mobil pikap Isuzu Traga tampak hancur total di bagian depan, tangki bahan bakar terlepas, dan oli berserakan di badan jalan. Sementara bus Scania mengalami rusak berat pada bagian depan hingga kaca depannya pecah.

Wawan (30), kernet bus asal Medan, mengaku nyaris celaka namun selamat karena sedang berada di toilet belakang saat insiden terjadi.

"Saya berangkat dari Medan Senin malam. Tadi saya mau pipis ke belakang. Tiba-tiba terdengar dentuman keras. Begitu saya keluar dari toilet, sudah tabrakan. Saya hanya luka goresan di tangan," ungkap Wawan dengan rana wajah masih syok.

Dampak kecelakaan ini menyebabkan arus lalu lintas lintas Sumatera macet total selama lebih dari satu jam. Belasan anggota Satlantas Polres Bireuen bersama warga setempat turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas dan mengumpulkan pecahan kendaraan yang berserakan.

Satu unit mobil damkar dari Pos Pembantu Simpang Mamplam kemudian dikerahkan untuk menyemprot jalan agar bersih dari tumpahan oli dan pecahan kaca, sebelum arus lalu lintas akhirnya kembali normal. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan ke Mapolres Bireuen untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut oleh Satlantas Polres Bireuen.(yus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.