SRIPOKU.COM - Memasuki Bab 2 pada mata pelajaran Sejarah Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka, para siswa mempelajari materi utama bertajuk "Pergerakan Kebangsaan Indonesia".
Pembelajaran pada bab ini mengajak siswa untuk menganalisis transformasi pergerakan perlawanan bangsa Indonesia dari yang semula bersifat kedaerahan dan fisik menjadi pergerakan nasional yang terorganisasi secara modern melalui pembentukan organisasi massa, partai politik, pers, hingga ikrar Sumpah Pemuda 1928.
Soal berkarakteristik Higher Order Thinking Skills (HOTS) dirancang khusus untuk menguji kemampuan siswa dalam menganalisis latar belakang sosio-historis Politet Etis, mengevaluasi perbedaan strategi perjuangan kooperatif dan non-kooperatif, serta mengaitkan relevansi nilai nasionalisme historis dalam konteks berbangsa saat ini.
Baca juga: Ringkasan Materi Sejarah Kelas 11 SMA Bab 2 Pergerakan Kebangsaan Indonesia Kurikulum Merdeka 2026
Guna membantu siswa melatih pemikiran kritis serta menjadi acuan bagi guru dan orang tua dalam menyusun bahan evaluasi terbaru tahun 2026, berikut disajikan 10 soal HOTS pilihan ganda Sejarah Kelas 11 SMA Bab 2 lengkap dengan kunci jawaban.
(1) Kebijakan Politik Etis (Etsche Politiek) yang diberlakukan pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20 berfokus pada tiga pilar: irigasi, transmigrasi, dan edukasi. Analisis dampak yang paling mendasar dari pilar edukasi terhadap arah perjuangan bangsa Indonesia adalah...
A. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani di pedesaan secara merata
B. Melahirkan golongan terpelajar (intelektual) yang menumbuhkan kesadaran nasional dan memelopori organisasi pergerakan modern
C. Memperkuat posisi militer Belanda melalui perekrutan serdadu pribumi
D. Menghapus secara total praktik monopoli perdagangan rempah-rempah
E. Menyebabkan masyarakat pribumi sepenuhnya meninggalkan tradisi lokal
Kunci Jawaban : B. Melahirkan golongan terpelajar (intelektual) yang menumbuhkan kesadaran nasional dan memelopori organisasi pergerakan modern
(2) Pendirian Budi Utomo pada 20 Mei 1908 sering dinilai sebagai titik balik (milestone) sejarah nasional yang menandai dimulainya Era Pergerakan Nasional. Penyebab utama penetapan momentum tersebut adalah...
A. Budi Utomo merupakan organisasi politik radikal pertama yang menuntut kemerdekaan lepas dari Belanda
B. Budi Utomo menjadi organisasi modern pertama dengan struktur kepengurusan teratur, meskipun awalnya berfokus pada kemajuan sosial-budaya Jawa dan Madura
C. Budi Utomo berhasil menggalang kekuatan militer bersenjata melawan Hindia Belanda
D. Seluruh anggotanya terdiri dari rakyat jelata dan buruh tani dari luar Jawa
E. Budi Utomo berhasil membubarkan pemerintahan kolonial dalam waktu singkat
Kunci Jawaban : B. Budi Utomo menjadi organisasi modern pertama dengan struktur kepengurusan teratur, meskipun awalnya berfokus pada kemajuan sosial-budaya Jawa dan Madura
(3) Perhatikan perbandingan dua organisasi berikut!
Sarekat Islam (SI) bertransformasi dari Sarekat Dagang Islam untuk membela pedagang lokal dan menggalang solidaritas berbasis agama.
Indische Partij (IP) didirikan oleh Tiga Serangkai dengan landasan nasionalisme hindia (indiscism) tanpa memandang perbedaan ras/sosial.
Perbedaan mendasar dari corak strategi perjuangan kedua organisasi tersebut adalah...
A. SI menolak massa rakyat jelata, sedangkan IP beranggotakan kaum bangsawan saja
B. SI bergerak menggalang kekuatan ekonomi dan basis massa keagamaan, sedangkan IP secara terbuka menyuarakan gagasan politik radikal persatuan multietnis menuju kemerdekaan
C. IP bekerja sama sepenuhnya dengan Gubernur Jenderal, sedangkan SI menolak pembentukan Volkraad
D. SI didirikan di Belanda, sedangkan IP didirikan di Surakarta
E. IP membatasi anggotanya hanya untuk warga keturunan Belanda
Kunci Jawaban : B. SI bergerak menggalang kekuatan ekonomi dan basis massa keagamaan, sedangkan IP secara terbuka menyuarakan gagasan politik radikal persatuan multietnis menuju kemerdekaan
(4) Perhimpunan Indonesia (PI) yang berpusat di Belanda memuat azas self-help, non-koperasi, dan persatuan nasional. Peran paling strategis Perhimpunan Indonesia bagi perjuangan di tanah air adalah...
A. Mengirimkan bantuan persenjataan dari Eropa ke Indonesia
B. Menjadi juru bicara dan mengenalkan propaganda perjuangan kemerdekaan Indonesia di forum internasional serta menginspirasi pemuda di tanah air
C. Membuka cabang perbankan modern di kawasan Asia Tenggara
D. Mengusahakan agar seluruh mahasiswa Indonesia menjadi tentara kolonial
E. Menolak penggunaan nama "Indonesia" di ranah politik
Kunci Jawaban : B. Menjadi juru bicara dan mengenalkan propaganda perjuangan kemerdekaan Indonesia di forum internasional serta menginspirasi pemuda di tanah air
(5) Peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menghasilkan ikrar persatuan: satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Makna sosiologis dan politik terpenting dari ikrar Sumpah Pemuda 1928 adalah...
A. Menghapus keberadaan suku dan adat istiadat di seluruh daerah
B. Mengubah paradigma perjuangan dari egosentrisme kedaerahan (ethnocentrism) menjadi kesadaran identitas nasionalis yang padu
C. Mewajibkan seluruh rakyat Indonesia menggunakan bahasa Belanda dalam formalitas
D. Menyelesaikan konflik perebutan kekuasaan antar raja-raja lokal
E. Membubarkan seluruh partai politik yang ada pada masa itu
Kunci Jawaban : B. Mengubah paradigma perjuangan dari egosentrisme kedaerahan (ethnocentrism) menjadi kesadaran identitas nasionalis yang padu
(6) Pada periode 1930-an, pemerintah kolonial memberlakukan pengawasan ketat dan pembatasan berserikat (gubernatorial repression), sehingga banyak tokoh pergerakan mengubah taktik perjuangan dari Non-Kooperatif menjadi Kooperatif. Alasan utama perubahan taktik tersebut adalah...
A. Para tokoh pergerakan telah menyerah dan mendukung penuh penjajahan Belanda
B. Menjaga kelangsungan pergerakan agar tidak dibubarkan, serta memanfaatkan lembaga perwakilan (Volksraad) untuk memperjuangkan aspirasi rakyat secara legal
C. Belanda berjanji memberikan kemerdekaan gratis pada tahun 1935
D. Terjadinya Perang Dunia II yang menghancurkan seluruh organisasi pergerakan
E. Kehabisan dana operasional untuk mencetak surat kabar pergerakan
Kunci Jawaban : B. Menjaga kelangsungan pergerakan agar tidak dibubarkan, serta memanfaatkan lembaga perwakilan (Volksraad) untuk memperjuangkan aspirasi rakyat secara legal
(7) Petisi Soetardjo yang diajukan dalam sidang Volksraad pada tahun 1936 berisi usulan agar...
A. Indonesia segera dijadikan negara bagian serikat dari Kerajaan Belanda
B. Otonomi bertahap dan kemerdekaan bagi Indonesia diselenggarakan melalui musyawarah dalam kurun waktu 10 tahun
C. Seluruh pejabat Belanda diusir paksa keluar dari pulau Jawa
D. Bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi Kerajaan Belanda di Eropa
E. Pemerintah kolonial menghapuskan sistem pajak tanah
Kunci Jawaban : B. Otonomi bertahap dan kemerdekaan bagi Indonesia diselenggarakan melalui musyawarah dalam kurun waktu 10 tahun
(8) Media pers pergerakan seperti Medan Prijaji, De Express, dan Pikiran Ra'jat memiliki fungsi krusial pada masa pergerakan kebangsaan sebagai...
A. Alat propaganda pemerintah kolonial Belanda untuk menarik simpati rakyat
B. Sarana pendidikan politik, membangun opini publik, serta menyebarkan gagasan nasionalisme secara luas
C. Hiburan semata untuk mengisi waktu luang masyarakat kota
D. Media komersial untuk mempromosikan barang-barang impor dari Eropa
E. Laporan keuangan tahunan milik kerajaan-kerajaan di Nusantara
Kunci Jawaban : B. Sarana pendidikan politik, membangun opini publik, serta menyebarkan gagasan nasionalisme secara luas
(9) Kongres Perempuan Indonesia I yang dilaksanakan pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta merupakan tonggak sejarah penting pergerakan nasional yang berfokus pada...
A. Penolakan keterlibatan perempuan dalam bidang pendidikan
B. Penguatan peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, perbaikan status sosial-ekonomi perempuan, dan hak-hak pendidikan
C. Pembentukan pasukan militer khusus perempuan untuk bertempur
D. Penyatuan sistem hukum perkawinan adat di Eropa
E. Tuntutan agar perempuan memegang posisi Gubernur Jenderal
Kunci Jawaban : B. Penguatan peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, perbaikan status sosial-ekonomi perempuan, dan hak-hak pendidikan
(10) Pembentukan Gabungan Politik Indonesia (GAPI) pada tahun 1939 dengan tuntutan "Indonesia Berparlemen" menunjukkan bentuk perjuangan yang...
A. Bersifat anarkis dan mengutamakan aksi pemogokan buruh secara masif
B. Menyatukan berbagai partai politik beragam ideologi dalam satu federasi untuk menuntut pemerintahan yang demokratis dan berwakil rakyat
C. Berorientasi pada pengembalian sistem feodalisme kerajaan Nusantara
D. Menolak kerja sama dengan sesama organisasi pergerakan lokal
E. Meminta perlindungan militer kepada Kekaisaran Jepang
Kunci Jawaban : B. Menyatukan berbagai partai politik beragam ideologi dalam satu federasi untuk menuntut pemerintahan yang demokratis dan berwakil rakyat