Balita Gizi Buruk di Tambaksari Ciamis Jalani Pemeriksaan Dokter Spesialis
ferri amiril August 26, 2026 03:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Aef Heryadi, balita berusia tiga tahun asal Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, akhirnya mendapat pemeriksaan dokter spesialis anak di RSUD Ciamis, Rabu (26/8/2026).

Pemeriksaan dilakukan setelah berat badan balita tersebut terus mengalami naik turun meski sejak 2025 telah mendapat pemantauan dan intervensi gizi dari Puskesmas Tambaksari.

Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak menunjukkan balita tersebut mengalami malnutrisi.

Kepala Puskesmas Tambaksari, H. Asep Wahyudin, mengatakan pemeriksaan di rumah sakit dilakukan untuk mengetahui kondisi anak secara lebih menyeluruh sekaligus mencari penyebab berat badannya sulit meningkat.

"Alhamdulillah, anaknya aktif dan secara umum terlihat sehat. Hari ini kami mendampingi pasien dan keluarganya untuk diperiksa dokter spesialis anak agar kondisi gizinya bisa diketahui lebih jelas," ujar Asep.

Baca juga: Balita Gizi Buruk di Tambaksari Ciamis Mendapat Intervensi Gizi Sejak 2025

Menurut Asep, hasil pemeriksaan dokter menjadi dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya.

Salah satu rekomendasi yang diberikan yakni meningkatkan asupan nutrisi menggunakan PKMK atau Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus sesuai kebutuhan medis anak.

Dokter juga merekomendasikan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah terdapat faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan anak.

Salah satu pemeriksaan yang dipertimbangkan yakni pemeriksaan radiologi berupa rontgen.

Pemeriksaan lanjutan tersebut diperlukan karena persoalan yang dihadapi bukan sekadar kurangnya asupan makanan.

Sebelumnya, Puskesmas telah memberikan sejumlah intervensi, tetapi berat badan anak belum mampu meningkat secara konsisten.

Puskesmas memberikan PMT, sementara pemerintah desa turut memberikan bantuan susu. Pemantauan juga dilakukan melalui Posyandu.

Namun, berat badan anak mengalami pola naik turun.

Memasuki awal 2026, hasil pemantauan menunjukkan status gizi anak mengalami penurunan hingga masuk kategori gizi buruk.

Berbagai intervensi kemudian terus diberikan, di antaranya PMT, bantuan susu, telur melalui program Celengan Cinta, vitamin A, serta dukungan makanan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam proses mendapatkan pemeriksaan lanjutan, persoalan administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan juga sempat menjadi kendala.

Balita tersebut sebelumnya belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.

Puskesmas bersama pihak terkait kemudian membantu proses administrasi dan kepesertaan kesehatan anak.

Saat ini administrasi kependudukan anak telah lengkap, sedangkan proses kepesertaan BPJS Kesehatan masih berjalan dan direncanakan akan aktif pada 1 September 2026.

Untuk pemeriksaan di RSUD Ciamis, proses administrasi dan pembiayaan turut dibantu agar anak tetap dapat memperoleh pelayanan medis.

Meski hasil pemeriksaan menunjukkan malnutrisi, Asep menyebut kondisi anak secara umum masih terlihat aktif.

Dari pemantauan sebelumnya, tidak ditemukan keluhan penyakit berat. Keluhan kesehatan yang muncul lebih banyak berupa batuk dan pilek.

Anak juga tercatat aktif mengikuti pemantauan di Posyandu.

"Secara keseluruhan anaknya aktif. Sekarang kita mengikuti hasil pemeriksaan dokter dan rekomendasi selanjutnya," ucap Asep.

Puskesmas Tambaksari memastikan penanganan akan terus dilanjutkan bersama keluarga, pemerintah desa dan pihak terkait.

Setelah hari ini dilakukan pemeriksaan rontgen, hasilnya akan keluar dua minggu lagi dan Aef pun akan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan.

Hasil pemeriksaan dokter spesialis dan pemeriksaan lanjutan nantinya akan menjadi acuan untuk menentukan langkah intervensi berikutnya agar kondisi gizi dan pertumbuhan anak dapat diperbaiki.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.