TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengimbau calon mahasiswa baru untuk segera mendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026.
Masa pendaftaran program bantuan pendidikan dan biaya hidup ini akan segera ditutup pada akhir Oktober 2026.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Qodari, menjelaskan bahwa proses pendaftaran saat ini masih berjalan dan terbuka bagi siswa yang memenuhi syarat.
Ia meminta agar informasi ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan tinggi.
"Pendaftaran akun calon penerima KIP Kuliah dibuka sejak 3 Februari 2026 yang lalu dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Jadi ini masih ongoing, ya, masih berlaku," ungkapnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Pada tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15,3 triliun untuk membiayai target sasaran 1.047.221 mahasiswa penerima KIP Kuliah secara nasional.
Kuota tersebut mencakup kuota mahasiswa baru yang rata-rata berjumlah sekitar 200.000 orang per tahun.
Menurut Qodari keuntungan utama dari program ini tidak hanya berupa pembebasan biaya kuliah yang dibayarkan langsung ke rekening perguruan tinggi.
Mahasiswa penerima manfaat juga akan menerima uang saku atau bantuan biaya hidup yang disalurkan langsung ke rekening pribadi mahasiswa.
Penyaluran bantuan biaya hidup ini dibagi ke dalam lima klaster yang disesuaikan dengan indeks biaya hidup di kota atau kabupaten tempat perguruan tinggi berada.
"Klaster 1 dengan bantuan Rp800 ribu per bulan diperuntukkan bagi wilayah dengan biaya hidup terendah, biasanya di kabupaten yang relatif kecil atau daerah di luar pusat kota besar," jelasnya.
Besaran bantuan tersebut terus meningkat sesuai klaster, mulai dari Rp 950.000 (Klaster 2), Rp 1,1 juta (Klaster 3), hingga Rp 1,25 juta (Klaster 4).
Adapun nominal tertinggi diperuntukkan bagi mahasiswa yang berkuliah di kota-kota metropolitan.
"Adapun Klaster 5 dengan bantuan 1.400.000 rupiah per bulan diperuntukkan bagi wilayah dengan biaya hidup termahal, umumnya kota metropolitan dan pusat ekonomi nasional," tambahnya.
Qodari berharap bantuan finansial ini dapat menghapus kendala ekonomi yang selama ini menghalangi siswa berprestasi untuk mengenyam bangku perkuliahan.
"Pendidikan tinggi bukan sekadar investasi bagi masa depan individu, tapi juga investasi bagi masa depan bangsa," pungkasnya.
KIP Kuliah merupakan kelanjutan dari program Bidikmisi yang diluncurkan sejak 2020.
Program ini menyasar calon mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maksimal desil 4, berasal dari panti asuhan, atau memiliki orang tua dengan pendapatan kotor gabungan tidak melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP).
Cara daftar KIP Kuliah dilakukan secara online melalui situs resmi KIP Kuliah Kemdiktisaintek dengan memasukkan NIK, NISN, NPSN, dan email yang aktif.