Hasil Autopsi Korban Penikaman SPBU KM 4 Balikpapan: Luka Tusuk Tembus Aorta Picu Perdarahan Hebat
Miftah Aulia Anggraini August 26, 2026 04:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Hasil pemeriksaan terhadap jenazah FNB (31), korban penikaman di kawasan SPBU KM 4, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, mengungkap sejumlah luka akibat kekerasan tumpul dan senjata tajam.

‎Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman, dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.FM, menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban.

‎Dari pemeriksaan, korban diketahui merupakan laki-laki berusia lebih dari 30 tahun.

‎Dokter forensik tersebut menemukan dua luka memar akibat kekerasan tumpul pada bagian lengan kiri sisi depan.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Pria Bersenjata Tajam di SPBU KM 4 Batu Ampar Balikpapan

‎Selain itu, ditemukan sejumlah luka akibat kekerasan tajam pada tubuh korban.

‎Total terdapat 11 luka yang ditemukan dalam pemeriksaan tersebut.

‎Luka pertama berupa luka iris pada dada kiri dengan ukuran sekitar 0,7 sentimeter.

‎Kemudian terdapat luka tusuk pada dada kiri bawah ketiak berukuran 1,5 x 1 sentimeter yang disertai memar di sekitar luka.

‎Luka tusuk lainnya ditemukan pada bagian perut dengan ukuran 2 x 1 sentimeter.

Baca juga: Viral! Diduga Tak Terima Mobilnya Tersenggol, Sopir Keluar Sambil Bawa Sajam di Samarinda

Pada lengan kiri atas sisi luar ditemukan luka tusuk berukuran 3 x 0,8 sentimeter.

‎Sementara pada lengan kiri atas sisi dalam ditemukan luka tusuk berukuran 1 x 0,5 sentimeter yang bersifat tembus.

‎Dokter juga menemukan sejumlah luka tusuk pada bagian punggung korban.

‎Masing-masing luka berada di punggung kanan berukuran 2,5 x 1 sentimeter, punggung kiri berukuran 1,5 x 1 sentimeter, serta luka lainnya di punggung kiri berukuran 2,2 x 1 sentimeter.

‎Luka tusuk juga ditemukan pada bagian pinggang kiri dengan ukuran 1,5 x 1 sentimeter.

‎Dari pemeriksaan bagian dalam tubuh, ditemukan perdarahan dalam jumlah banyak pada rongga dada korban.

Baca juga: Pengakuan Firman Tersangka Pembunuhan Arifuddin: Saya Ditikam Duluan, Daripada Saya yang Mati

‎“Didapatkan perdarahan sebanyak lebih dari 2 liter pada rongga dada,” kata dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.FM.

‎Selain itu, paru-paru korban tampak mengempis dan ditemukan tanda-tanda perdarahan hebat.

‎Menurut hasil pemeriksaan kedokteran kehakiman, luka tusuk pada bagian punggung menjadi penyebab utama kematian korban.

‎Luka tersebut diketahui menembus hingga pembuluh aorta sehingga menyebabkan perdarahan hebat.

‎“Sebab kematian adalah luka tusuk pada punggung yang menembus hingga pembuluh aorta sehingga terjadi perdarahan hebat,” jelasnya.

‎Dokter juga memperkirakan waktu kematian korban sekitar dua hingga enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Baca juga: Tersangka Pembunuhan Kepala Keamanan Pasar Balikpapan Menangis, Minta Maaf ke Keluarga Korban

‎Sebelumnya, kasus penikaman tersebut terjadi di kawasan SPBU KM 4, Balikpapan Utara, Selasa (25/8/2026) sore.

‎Korban FNB (31) sempat dilarikan ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo untuk mendapatkan pertolongan medis.

‎Namun, setelah mendapat penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia.

‎Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto mengatakan, polisi langsung bergerak setelah menerima informasi kejadian tersebut.

‎Sekitar pukul 16.47 WITA, seorang pria disebut terlihat memasuki area SPBU KM 4 sambil membawa dua bilah pisau dan berteriak.

‎Tidak lama kemudian, warga menemukan korban dalam kondisi terluka dan terkapar di sekitar lokasi.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Ari Pudin di Balikpapan Peragakan 18 Adegan, Terungkap Motif Dendam

‎Personel Polsek Balikpapan Utara kemudian mendatangi lokasi, mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pencarian terhadap pria yang diduga terlibat.

‎Terduga pelaku berinisial AS (29) akhirnya diamankan polisi di sebuah showroom sepeda motor di sekitar kawasan KM 4.

‎Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan dua bilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

‎“Dari penanganan tersebut, petugas juga mengamankan dua bilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut,” kata AKBP Fauzan Arianto saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: 7 Kasus Oknum Polisi yang Jadi Sorotan Awal Agustus 2026, dari Pembunuhan hingga Narkoba

‎AS kemudian dibawa ke Polsek Balikpapan Utara untuk menjalani pemeriksaan.

‎Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif dan rangkaian kejadian yang menyebabkan FNB meninggal dunia.

‎“Untuk motif masih didalami dan akan kami update kembali,” ujar Fauzan.

‎Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.