Akses Sulit, Ibu Hamil Berisiko Tinggi di Daerah Terpencil Kutai Timur Diminta Mengungsi
Miftah Aulia Anggraini August 26, 2026 04:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengimbau para ibu hamil dengan risiko tinggi di wilayah terpencil untuk mengungsi lebih awal ke area penyedia fasilitas medis lengkap. 

Langkah antisipasi ini diambil untuk menekan potensi komplikasi kebidanan menjelang masa persalinan.

Wilayah terpencil seperti Kecamatan Sangkulirang menghadapi tantangan geografis yang cukup berat dalam penanganan medis darurat.

Jalur perairan masih menjadi tumpuan utama masyarakat untuk menjangkau rumah sakit rujukan.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Beri Pemeriksaan Kesehatan Gratis ke Lansia dan Ibu Hamil di Balikpapan

Kondisi jalur transportasi yang terbatas kerap memperlambat proses evakuasi medis ibu hamil saat membutuhkan pertolongan cepat.

Keterlambatan penanganan akibat jarak dan medan ekstrem berpotensi memicu komplikasi fatal.

“Untuk ibu hamil yang berisiko tinggi sebelum waktu perkiraan lahir kalau bisa dia sudah berada di tempat yang ada rumah sakit pusat rujukan. Misalnya ke Sangkulirang, ke Sangatta,” ujar Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, Rabu (26/8/2026).

Selain kendala geografis, kasus kematian maternal di Kutai Timur sebagian besar dipicu oleh komplikasi medis saat persalinan.

Baca juga: Prabowo Siapkan Ambulans Udara untuk Daerah Terpencil, Respons Kasus Ibu Hamil Tempuh 9 Jam

Kasus pendarahan hebat masih menjadi penyebab utama yang membutuhkan penanganan medis intensif.

Sebagai langkah pencegahan dini, Dinkes Kutim mewajibkan para ibu hamil untuk aktif memeriksakan kondisi kandungan secara berkala di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Jadi kita selalu sosialisasikan bagaimana caranya supaya pemeriksaan kehamilan untuk ibu hamil itu minimal enam kali selama kehamilan,” jelas dr. Yuwana.

Pemeriksaan rutin sebanyak minimal enam kali selama masa kehamilan dinilai efektif untuk mendeteksi potensi risiko sejak awal.

Baca juga: Permintaan Menkes Budi Gunadi, Ibu Hamil dan Balita Diprioritaskan Dapat MBG

Lewat pemantauan berkala, petugas medis dapat memetakan langkah rujukan lebih cepat.

Meskipun angka kematian ibu dan bayi di Kutai Timur menunjukkan tren penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah menegaskan sektor keselamatan medis ini tetap menjadi prioritas utama.

“Masalah yang kematian ibu dan bayi ini terkait banyak hal ya termasuk masalah akses, transportasi, pengiriman rujukan dari daerah terpencil misalnya terutama yang di desa-desa,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.