Penanganan Karhutla di Sarolangun Libatkan Pemerintah, Manggala Agni, dan Sinar Mas
Tommy Kurniawan August 26, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Respons cepat dan kolaborasi lintas pihak membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI-Polri, serta tim tanggap darurat dari PT Bahana Karya Semesta (BKS) bersama PT Primatama Kreasimas (PKM), bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food, bekerja bersama melakukan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan di lokasi terdampak.

Gubernur Jambi Al Haris turun langsung ke lokasi bersama jajaran Forkopimda untuk melihat proses penanganan serta memastikan dukungan yang dibutuhkan tim di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya percepatan proses pendinginan, terutama pada area gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

“Hari ini kami bersama Bupati Sarolangun, Pak Dandim, Kapolres, Kejari, Ketua DPRD, dan Kepala BPBD Provinsi Jambi langsung meninjau lokasi di Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun,” kata Al Haris.

aeresset
Penanganan karhutla di Lubuk Kepayang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga tim tanggap darurat perusahaan

Menurutnya, meski api telah dapat dikendalikan, proses pendinginan tetap perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah munculnya kembali titik api. Dukungan water bombing juga diperlukan untuk membantu menjangkau area yang sulit ditangani dari darat.

“Api sudah dapat dikendalikan, tetapi masih membutuhkan water bombing untuk proses pendinginan,” ujar Al Haris.

Ia juga menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, Manggala Agni, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api, perusahaan, dan masyarakat. “Kita berharap seluruh masyarakat juga ikut membantu. Ada Manggala Agni, juga Masyarakat Peduli Api, semuanya lengkap. Mudah-mudahan dengan tim yang solid ini, insyaallah secepat mungkin api bisa dipadamkan,” pungkasnya.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 60 personel dari PT Bahana Karya Semesta bersama PT Primatama Kreasimas turut bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan pascakebakaran.

Operasi pemadaman dipimpin Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah bersama Bupati Sarolangun H. Hurmin, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf. Yahya Wisnu Arianto, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sarolangun.

Tim gabungan dibagi ke sejumlah titik untuk melakukan pemadaman terhadap api dan bara yang masih ditemukan di area terdampak. PT Bahana Karya Semesta turut mengerahkan Tim Satgas Karhutla beserta peralatan pemadam untuk mendukung operasi tersebut.

afdafdfdafas
Berbagai unsur berkoordinasi langsung di lapangan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan terarah

Untuk mengantisipasi penjalaran api melalui lapisan gambut, tim juga membuat sekat kanal dengan dukungan ekskavator. Sementara itu, penanganan melalui jalur udara dikoordinasikan untuk membantu proses pembasahan dan pendinginan pada area yang sulit dijangkau dari darat.

Setelah sekitar enam setengah jam penanganan, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Tim Satgas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Fahrizal, Perwakilan Manajemen Regional Controller Jambi 2, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari kesiapsiagaan yang telah dibangun secara berkelanjutan, terutama menjelang periode rawan kebakaran.

“Penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat dan koordinasi yang kuat. Kami terus memperkuat kesiapan personel dan peralatan, sekaligus bersinergi dengan pemerintah, Manggala Agni, TNI-Polri, dan masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ujar Fahrizal.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan melalui apel siaga dan kegiatan pencegahan bersama para pemangku kepentingan, serta memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pemadam.

Perusahaan juga melakukan pemantauan titik panas, patroli, pengelolaan tata air melalui embung dan sekat kanal, serta pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan sosialisasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).

Rangkaian upaya tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mendukung penanganan karhutla secara cepat dan terkoordinasi, sekaligus memperkuat upaya pencegahan bersama para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional. 

Baca juga: Penasihat Hukum Bantah Marjulis Raup Keuntungan Pribadi dari Pengadaan Bahan Kimia

Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food

Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektare, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya.

 Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara.

Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan. Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.

Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Saat ini, 99,8 persen rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas non-kelapa sawit mencapai 100 persen hingga tingkat pabrik.

Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$3,0 miliar per 31 Maret 2026. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56 persen.

GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.