Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyambut baik perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendukung sektor pertanian di wilayahnya.
Baca juga: Dukung Program Kementan, Pengembang Benih Lampung Tengah Salurkan Bibit Gratis untuk Petani
Dukungan tersebut dinilai sangat penting untuk menjawab berbagai persoalan krusial yang dihadapi petani, mulai dari ketersediaan pupuk, bantuan bibit unggul, hingga penanganan krisis air di musim kemarau.
"Hari ini kita mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Menteri Pertanian, Pak Amran, yang memberikan begitu banyak perhatian terhadap dunia pertanian, khususnya di Lampung Tengah," ujar politikus PDIP tersebut, Rabu (26/8/2026).
Mantan anggota DPR RI periode 2019-2024 ini memaparkan bahwa alokasi Bantuan Pangan beras untuk Kabupaten Lampung Tengah menjangkau sebanyak 189.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bagian dari total 1,2 juta penerima di tingkat Provinsi Lampung.
Selain bantuan pangan dan infrastruktur pengairan seperti sumur bor serta pompa, Pemkab Lampung Tengah juga memprioritaskan penerimaan bantuan pembibitan untuk komoditas perkebunan utama seperti kopi robusta dan cokelat (kakao).
Komang menegaskan, pengembangan tanaman keras ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor nasional.
Kendati demikian, pengalokasian bibit wajib melalui mekanisme pendataan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) guna menjaga kelestarian kawasan pangan.
"Kita tidak mau lahan pertanian yang merupakan lahan pangan dialihfungsikan menjadi perkebunan, karena ada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang mengaturnya. Tanaman kopi dan cokelat ini diprioritaskan untuk lahan-lahan kering yang memang cocok," tegas alumni SMA N 1 Kotagajah itu.
Dalam kesempatan dialog dengan Menteri Pertanian, Komang menyampaikan laporan kondisi teknis terkait pengendapan sedimentasi di sejumah embung dan sungai penyuplai irigasi.
Beberapa titik krusial yang mengalami pendangkalan antara lain di kawasan Terbanggi, Selagai Lingga, Anak Tuha, hingga aliran Way Pengubuan.
"Di daerah Anak Tuha dan Selagai Lingga, pendangkalan Way Pengubuan berdampak pada sistem irigasi untuk sekitar 5.000 hektar lahan di Seputih Mataram, Terbanggi, hingga Bandar Mataram. Harapan kita sedimentasi ini bisa segera direalisasikan penanganannya agar produksi pertanian tidak terganggu," paparnya.
Penanganan jaringan irigasi tersebut diyakini akan memperkuat target ketahanan pangan. Saat ini, realisasi produksi gabah Lampung Tengah telah mencapai 640.000 ton dari target 700.000 ton yang ditetapkan pemerintah pusat.
Optimisme tinggi disampaikan Komang bahwa sisa target 60.000 ton dapat dikejar dalam tenggat waktu empat bulan mendatang melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.
Menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem El Nino, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mengedepankan sinergi lintas pemerintah melalui asas desentralisasi.
Pemkab siap mendukung serta mengeksekusi program-program ketahanan pangan besutan pemerintah pusat dan provinsi.
"Kita bersama-sama bekerja menuju satu tujuan utama, yaitu mewujudkan swasembada pangan yang solid mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional," pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)