Kakak-Adik di PALI Meninggal Karena DBD, Dinkes Sumsel Minta Faskes Setempat Lakukan Verifikasi
Refly Permana August 26, 2026 07:27 PM

 

Kepala Dinkes Sumsel Trisnawarman mengatakan, pihaknya telah menerima informasi tersebut dan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten PALI bersama Puskesmas setempat segera melakukan verifikasi serta penyelidikan epidemiologi di lokasi kejadian.

“Verifikasi diperlukan untuk memastikan perjalanan penyakit, diagnosis, hasil pemeriksaan laboratorium, riwayat perawatan, serta penyebab kematian berdasarkan informasi medis yang tersedia,” kata Trisnawarman, Rabu (26/8/2026) 

Menurutnya, adanya dua anggota keluarga yang mengalami sakit dalam waktu berdekatan menjadi kondisi yang perlu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi.

Baca juga: 2 Bocah di PALI Meninggal Karena DBD, Dinkes Belum Bergerak, Ketua RT : Jangan Tunggu Korban Lagi

Tim di lapangan diminta melakukan pencarian kasus demam di sekitar tempat tinggal korban, pemeriksaan jentik, identifikasi tempat potensial perkembangbiakan nyamuk Aedes, serta menelusuri aktivitas dan mobilitas korban sebelum mengalami sakit.

Trisnawarman juga mengingatkan masyarakat bahwa tidak ditemukannya genangan air saat pemeriksaan tidak serta-merta berarti tidak ada tempat perkembangbiakan nyamuk.

Tempat perindukan nyamuk Aedes dapat berupa wadah-wadah kecil yang menampung air dan sering kali berada di sekitar rumah maupun lingkungan tempat masyarakat beraktivitas.

Terkait permintaan fogging dari masyarakat, ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dan indikasi kesehatan masyarakat.

“Fogging bukan merupakan satu-satunya upaya pengendalian DBD. Pencegahan yang paling penting tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus, pemeriksaan jentik secara berkala, serta menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Dinkes Sumsel bersama Dinkes Kabupaten PALI akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan guna mencegah penularan serta munculnya kasus tambahan.

Masyarakat juga diimbau segera membawa anggota keluarga, khususnya anak-anak, ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam atau gejala sakit lainnya.

Terlebih jika kondisi memburuk, tubuh lemas, sulit makan atau minum, muntah berulang, mengalami perdarahan, maupun menunjukkan tanda bahaya lainnya.

Dinkes mengajak masyarakat tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah dan tempat beraktivitas.

Upaya 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menampung air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. 

Upaya tersebut juga disertai pencegahan gigitan nyamuk dan pengendalian lingkungan lainnya.

Sementara itu untuk kasus DBD di Sumsel tahun 2026:

- Januari ada 447 kasus, 
- Februari ada 420 kasus, 
- Maret ada 320 kasus,  
- April 307 kasus, 
- Mei 321 kasus, 
- Juni 357 kasus, 
- Juli 216 kasus, dan 
- Agustus yang terdata baru 38 kasus. 

Dari data tersebut, pasien meninggal dunia berjumlah 15 orang, rinciannya:

- empat di Muara Enim, 
- satu di Muba, 
- empat di Banyuasin, 
- dua di Lubuklinggau, 
- satu di Ogan Ilir, 
- satu di Palembang,  
- satu di Pagaralam, dan 
- satu di PALI.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.