Tunggu 'Restu Bos', Andre Rosiade Buka Peluang Maju Jadi Calon Ketum PSSI
Hasiolan Eko P Gultom August 26, 2026 07:27 PM

Tunggu 'Restu Bos', Andre Rosiade Buka Peluang Maju Jadi Calon Ketum PSSI

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Presiden Klub Semen Padang FC sekaligus anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade, membuka peluang untuk meramaikan bursa calon Ketua Umum PSSI pada 2027.

Andre tidak menutup kemungkinan untuk maju memperebutkan posisi tertinggi di federasi sepakbola Indonesia.

Namun, ia belum ingin mengambil keputusan karena masih melihat perkembangan PSSI, termasuk kinerja Ketua Umum PSSI Erick Thohir hingga akhir masa kepemimpinannya.

Baca juga: Exco PSSI Belum Gelar Rapat Pasca-Timnas Gagal Lolos, Andre Rosiade Pertanyakan Kinerja Erick Thohir

Andre menyebut dirinya lebih siap jika hanya maju sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) atau Wakil Ketua Umum PSSI.

Sementara untuk posisi Ketua Umum, ia mengaku masih menunggu restu dari pihak yang disebutnya sebagai “bos”.

“Kalau sekadar maju Exco atau Wakil Ketum, insyaallah saya maju. Tapi untuk Ketum, saya tunggu restu bos dulu. Kita lihat perkembangan PSSI. Apakah Pak Erick mau maju lagi atau tidak,” ujar Andre di Kawasan Alam Sutera, Tangerang, Selasa (26/8/2026).

Pernyataan mengenai “restu bos” tersebut muncul di tengah posisi Andre sebagai kader Partai Gerindra sekaligus anggota DPR RI.

Partai Gerindra saat ini dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Meski demikian, Andre tidak secara langsung menyebut nama Prabowo Subianto ketika ditanya mengenai rencana pencalonannya sebagai Ketua Umum PSSI.

Ia hanya menyebut masih menunggu restu dan melihat perkembangan PSSI sebelum menentukan langkah.

Hubungan Prabowo Subianto dan Partai Gerindra memang sangat erat karena Prabowo merupakan pendiri sekaligus tokoh sentral Partai Gerindra.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) didirikan pada 6 Februari 2008, dan sejak awal Prabowo menjadi figur utama yang membangun serta mengarahkan partai tersebut.

Secara politik, Gerindra pada dasarnya berkembang sebagai kendaraan politik yang menjadikan Prabowo sebagai figur utama. Prabowo menjadi calon presiden yang diusung Gerindra dalam Pemilu 2009, 2014, dan 2019.

Setelah tiga kali mengikuti kontestasi kepresidenan, Prabowo akhirnya memenangkan Pilpres 2024 setelah berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.

Di internal partai, Prabowo juga memegang posisi tertinggi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

Karena itu, hubungan keduanya bukan sekadar hubungan antara seorang politisi dan partai yang mengusungnya, tetapi merupakan hubungan yang bersifat struktural dan historis: Prabowo adalah pendiri, pemimpin, sekaligus figur utama yang menjadi identitas politik Gerindra.

Gerindra sendiri berperan penting dalam perjalanan politik Prabowo. Partai tersebut menjadi basis utama pencalonannya dalam berbagai pemilu dan menjadi salah satu kekuatan politik yang mengantarkannya ke kursi kepresidenan pada 2024.

Sebaliknya, popularitas dan elektabilitas Prabowo turut menjadi modal penting bagi perkembangan Gerindra hingga menjadi salah satu partai politik besar di Indonesia.

Setelah Prabowo menjadi Presiden RI periode 2024–2029, hubungan dengan Gerindra tetap penting. Prabowo tetap berstatus Ketua Umum Gerindra, sementara posisi pemerintahan dijalankan dalam kapasitasnya sebagai Presiden.

Kongres PSSI

Terkait transisi kepemimpinan di PSSI, Kongres Biasa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) 2026 menyepakati perubahan jadwal pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan PSSI dari semula dijadwalkan pada Mei 2027 menjadi Juli 2027.

Keputusan tersebut disepakati secara aklamasi dalam Kongres Biasa PSSI 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan, perubahan jadwal dilakukan demi memastikan kesiapan organisasi sekaligus menjaga keberlangsungan kompetisi sepakbola nasional.

Menurut Erick, penyesuaian waktu tersebut juga berkaitan dengan agenda pemilihan pengurus PSSI Provinsi yang akan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.

Prestasi Timnas Indonesia Jadi Pertimbangan

Andre juga menyoroti masa kepemimpinan Erick Thohir yang akan berakhir pada 2027.

Ia berharap Erick mampu menghadirkan prestasi bagi Timnas Indonesia sebelum periode kepemimpinannya berakhir.

Salah satu momentum yang menjadi perhatian Andre adalah ajang FIFA ASEAN.

Menurutnya, Timnas Indonesia memiliki target realistis untuk menjadi juara dalam kompetisi tersebut.

"FIFA ASEAN harusnya wajib menang. Masa lawan Bangladesh kita tidak juara? Kalau tidak juara, ya John Herdman lebih baik ganti sama Nil Maizar saja," tegas Andre.

Prestasi Timnas Indonesia di penghujung periode Erick juga akan menjadi salah satu pertimbangan Andre dalam melihat peluang pira yang juga menjabat sebagai Menpora tersebut untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI.

“Kalau itu berhasil beliau wujudkan, tentu peluang beliau kalau ingin maju lagi untuk periode kedua terbuka,” ujar Andre.

Jika Erick kembali maju dan mampu menunjukkan prestasi, Andre membuka kemungkinan untuk menjadi bagian dari paket kepengurusannya.

“Kalau memang Pak Erick di akhir tahun ini berprestasi dan ingin maju lagi, mungkin saya bisa jadi Wakil Ketumnya atau bisa jadi Exco-nya," lanjutnya.

Lebih Dulu Fokus di Asprov Sumbar

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai kontestasi Ketua Umum PSSI, Andre ingin menyelesaikan agenda di tingkat daerah.

Ia menjadi salah satu kandidat Ketua Asprov PSSI Sumatera Barat.

Andre menyebut pemilihan Ketua Asprov PSSI di seluruh Indonesia akan berlangsung pada Oktober dan paling lambat November 2026. Ia berharap proses pemilihan tersebut berjalan netral.

Menurut Andre, Erick Thohir sebelumnya telah menjanjikan adanya pergantian Plt Ketua Asprov PSSI Sumatera Barat dengan salah satu anggota Exco agar proses pemilihan tidak menimbulkan konflik kepentingan.

“Saya sebagai salah satu kandidat Ketua Asprov Sumatera Barat. Pak Erick juga menjanjikan kepada saya bahwa Plt Ketua Asprov akan dikirim salah satu Exco supaya pemilihannya netral. Kan tidak lucu kalau Plt-nya juga menjadi kandidat ketua. Itu janji Pak Erick kepada saya. Saya juga masih menunggu apakah janji tersebut ditepati atau tidak," jelas Andre.

Selain membangun sepak bola Sumatera Barat, Andre juga menjadikan Semen Padang sebagai fokus utama. 

Ia ingin membawa klub berjuluk Kabau Sirah tersebut kembali ke Liga 1.

"Yang pasti, fokus saya sekarang bagaimana pertama membangun sepak bola di Sumatera Barat, yang kedua mengembalikan Semen Padang ke Liga 1. Itu dulu,” pungkasnya.

Siapa Andre Rosiade?

Andre Rosiade merupakan politikus Partai Gerindra yang dikenal sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat I.

Ia lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 7 November 1978. Sebelum aktif di parlemen, Rosiade dikenal sebagai pengusaha dan aktivis organisasi kepemudaan. 

Namanya kemudian semakin dikenal di panggung politik nasional setelah bergabung dengan Partai Gerindra dan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024, kemudian kembali memperoleh mandat untuk periode 2024–2029.

Di DPR RI, Andre Rosiade aktif di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, BUMN, dan persaingan usaha.

Ia kerap menjadi sorotan karena pernyataannya terkait kebijakan pemerintah, kinerja BUMN, perekonomian, serta persoalan pembangunan di Sumatera Barat.

Selain aktivitasnya di parlemen, Rosiade juga dikenal sebagai salah satu kader Gerindra yang cukup vokal dalam menyampaikan sikap partainya mengenai berbagai isu nasional.

Dalam politik Sumatera Barat, Andre Rosiade juga memiliki pengaruh yang cukup kuat.

Ia kerap terlibat dalam agenda pembangunan daerah dan menyuarakan aspirasi masyarakat Sumatera Barat di tingkat nasional.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha, aktivis, dan politisi, Andre Rosiade membangun karier politiknya melalui Partai Gerindra hingga menjadi salah satu anggota parlemen yang cukup dikenal publik.

Selain menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan di DPR, ia juga aktif menyampaikan pandangan politik partainya terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan isu yang berkembang di masyarakat.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.