Moladambi Juara II Nasional, Prestasinya Diakui Sebagai Tugas Akhir
asto s August 26, 2026 08:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kabar baik datang dari Universitas Jambi (Unja). Kamis (20/8/2026), tim mahasiswa di balik Moladambi, permainan edukatif berbasis budaya dan wisata Jambi, resmi menyerahkan laporan akhir kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unja, Prof Dr Fauzi Syam, SH, MH. 

Penyerahan ini menjadi langkah penutup dari perjalanan panjang yang berbuah manis: prestasi Juara II KMI Expo XVI 2025 kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya kini resmi diakui setara dengan Tugas Akhir, sesuai Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penghargaan Prestasi kepada Mahasiswa Berprestasi.

Gelar tersebut diraih Moladambi setelah bersaing dengan sekitar 79 tim se-Indonesia dalam ajang kewirausahaan mahasiswa yang berlangsung 19-21 November 2025 di Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, pada tahapan bertumbuh. Juara I diraih Universitas Gadjah Mada melalui CV. Mandira Heritage Group, sementara Juara III diraih Universitas Udayana melalui PRASI.

Bagi Prof Fauzi, prestasi ini membawa dampak ganda bagi Unja. Selain membanggakan nama lembaga, kiprah mahasiswa di tingkat nasional turut mengangkat peringkat Unja secara nasional.

“Prestasi yang mereka capai ini bukan saja membanggakan Unja secara lembaga, tetapi juga meningkatkan peringkat Unja di nasional. Karena itu sebagai penghargaan, kita berikan juga dalam bentuk tugas akhir. Ini sesuatu hal yang menurut kita baru ya, karena kita Unja belum pernah melakukan itu,” ujar Prof. Fauzi.

Kisah Moladambi bermula jauh sebelum prestasi di Magelang. Dosen pembimbing, Dwi Kurniawan, S.E., M.M., menceritakan bahwa ide ini lahir sejak 2023 lewat kompetisi bisnis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unja. Setahun kemudian, Moladambi mendapat pendanaan P2MW tahap awal dan langsung melesat menjadi Juara I tingkat nasional. Momentum itu berlanjut pada 2025 melalui pendanaan tahap bertumbuh, hingga akhirnya membawa pulang Juara II nasional di KMI Expo XVI.

“Moladambi bukan hanya sekadar ide bisnis, namun juga merupakan hasil riset. Sebuah proyek Nasional di bawah Belmawa, Moladambi memiliki unsur bisnis, riset, edukasi, dan semua unsur manajemen dan akuntansi,” ujar Dwi Kurniawan.

Secara konsep, Moladambi adalah permainan monopoli edukatif yang memadukan board game fisik dengan sentuhan digital. Setiap kotak permainan dilengkapi QR Code yang mengenalkan destinasi wisata Jambi, dipadukan dengan timer, leaderboard, dan dadu digital yang membuat permainan terasa lebih hidup.

Ketua Tim Moladambi, Clarisa Pragita, menegaskan bahwa teknologi di sini punya peran lebih dari sekadar mempercantik tampilan.

“Teknologi dalam Moladambi bukan sekadar untuk membuat board game terlihat modern, tetapi memang kami gunakan untuk mengatur alur permainan, menjaga durasi bermain, meningkatkan euforia, dan memperkuat unsur edukasi serta interaksi dalam permainan,” katanya.

Selain telah dipasarkan, Moladambi juga telah memperoleh Hak Cipta dan memiliki aplikasi pendukung. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi media edukatif yang mengenalkan budaya dan potensi wisata Jambi kepada anak-anak melalui permainan.

Tim di balik Moladambi terdiri atas Clarisa Pragita (Project Leader and Creative Director), Fenni Wang (Finance & Accounting), Ismi Riska Adinda Amelia (Creative Media Specialist), Ecky Rhevy Ferdiansyah (Marketing Lead and Product Advisor), serta Joshua Christian Klose Purba (Tech and Development Lead).

Prestasi Moladambi menjadi pengingat bahwa budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memadukan edukasi, riset, teknologi, dan kewirausahaan, sekaligus diakui sebagai bagian dari perjalanan akademik mahasiswa Unja.

Baca juga: Dosen UNJA Dampingi UMKM Gerai Amanah IWA-QU Tingkatkan Daya Saing Produk Pangan

Baca juga: Breaking News Kebakaran di Talang Bakung Jambi, Gudang Kopra Terbakar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.