TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk menggelar Seminar Strategi Parenting di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema "Peran Penting Sekolah dan Keluarga dalam Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi", acara ini menyasar para pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
Kegiatan ini menghadirkan dr. Aisah Dahlan, pakar Neuroparenting dan Hypnotherapist nasional serta dibuka langsung Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
Kang Marhaen -sapaan Bupati- mengatakan sekolah harus menjadi tempat menyemai toleransi, bukan tempat menyebarkan perundungan.
Baca juga: 64 Hektare Lahan Sawah di Tulungagung Terancam Krisis Air Pasca DAM Pacar Ambrol
Dia menyoroti bahwa ancaman kekerasan saat ini tidak hanya terbatas di lingkungan fisik.
Justru saat ini sangat marak di media sosial dalam bentuk cyberbullying.
"Pihak sekolah dan guru lebih peduli atau peka terhadap aktivitas digital murid-muridnya," katanya.
Hal ini sejalan dengan materi dr. Aisah Dahlan yang memaparkan pentingnya pendekatan neuro-parenting agar orang tua dan pendidik memahami kerja otak remaja.
Sehingga mampu menjadi perisai pelindung dari dampak negatif dunia maya dan pergaulan.
"Sinergi erat antara sekolah dan rumah adalah kunci utama mencetak anak yang unggul dan tangguh," jelasnya.
Acara krusial ini mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran pimpinan daerah, terlihat dari kehadiran Wabup Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro beserta Sekretaris Daerah.
Turut diikuti langsung oleh jajaran Ketua TP PKK, Ketua GOW, dan Ketua DWP Kabupaten Nganjuk. Kolaborasi utuh bersama para Kepala OPD, pengawas, Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Nganjuk, hingga perwakilan komite dan wali murid.
Totalnya, acara ini dihadiri dihadiri sekitar 450 undangan.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)