BP Batam Siapkan Penanganan 133 Titik Banjir, 25 Titik Ditargetkan Tertangani di 2026
Dewi Haryati August 26, 2026 10:07 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat ada sebanyak 133 titik genangan air dan banjir di Kota Batam.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 titik ditargetkan tertangani melalui program infrastruktur pada 2026.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto mengatakan, penanganan 133 titik tersebut dibagi antara BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

"Untuk menyelesaikan 133 titik prioritas ini, ada 19 titik yang harus dikerjakan oleh BP Batam. Enam titik berkolaborasi BP Batam dengan Pemerintah Kota Batam, dan 108 titik akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Batam," ujar Mouris, Rabu (26/8/2026).

Khusus 19 titik yang menjadi kewenangan BP Batam telah disiapkan 19 paket kegiatan penanganan banjir.

Kegiatan tersebut meliputi peningkatan dan pembangunan drainase, pembangunan jembatan, serta pemeliharaan dan normalisasi drainase.

Sejumlah lokasi yang masuk dalam penanganan BP Batam berada di Batu Ampar, Sekupang, Cendana, Kabil, Batam Center, Nongsa, Sagulung hingga Batu Aji.

"Jadi kita akan selesaikan banjir di Batu Ampar, di Sekupang, di Cendana, di Kabil, Batam Center, lalu di Nongsa dan lain sebagainya," tuturnya.

Dari 19 paket tersebut, 14 kegiatan menggunakan skema multiyears 2026-2027.

Sementara lima kegiatan lainnya menggunakan skema singleyear 2026.

Mouris menjelaskan, persoalan banjir menjadi perhatian setelah sejumlah wilayah Batam mengalami genangan pada akhir 2025.

Namun, penanganannya tidak bisa dilakukan secara instan karena pembangunan infrastruktur pemerintah membutuhkan proses perencanaan hingga penganggaran.

"Ketika permasalahan ini muncul di akhir 2025, itu belum masuk dalam anggaran 2026," katanya.

BP Batam kemudian menyusun kembali kebutuhan anggaran untuk mempercepat penanganan titik banjir tersebut.

Mouris mengatakan, anggaran untuk kegiatan itu baru tersedia pada pertengahan 2026.

Melalui program tersebut, BP Batam menargetkan 25 titik banjir dapat tertangani pada 2026.

"Arah penanganan yang dilakukan dengan meningkatkan kapasitas drainase, membangun saluran baru, serta melakukan pemeliharaan dan normalisasi drainase di lokasi prioritas," sebutnya.

Program itu ditujukan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur drainase di Kota Batam. 

Berikut ini paket pembangunan pendukung penanganan: 

1. Peningkatan Drainase di Kawasan Melcem Batu Ampar (Multiyears 2026-2027)

2. Peningkatan Saluran Drainase Simpang Kabil (Multiyears 2026-2027)

3. Peningkatan Saluran Drainase Antara Cendana dan KDA (Singleyear 2026)

4. Pembangunan Jembatan Jl. Raja Alikelana (Simpang Park Avenue) (Multiyears 2026-2027)

5. Peningkatan Drainase Green Nongsa Batu Besar (Multiyears 2026–2027)

6. Peningkatan Drainase Kawasan Kampung Belian (Aiko) (Multiyears 2026–2027)

7. Pembangunan Jembatan RS Bhayangkara (Multiyears 2026–2027)

8. Pembangunan Jembatan Teluk Belian (Multiyears 2026–2027)

9. Pembangunan Jembatan dan Drainase Kawasan Industri Sagulung (Tiger) (Multiyears 2026–2027)

10. Pembangunan Drainase Sei Binti (Multiyears 2026–2027)

11. Peningkatan Drainase di Sei Lekop (Pasar Sagulung dan KSB Batu Aji 4) (Multiyears 2026-2027)

12. Pembangunan Drainase (Tiban Center - Tiban McDermott) (Multiyears 2026-2027)

13. Pembangunan Jembatan Simpang TOP 100 Tembesi (Kantor Lurah Kibing) (Multiyears 2026-2027)

14. Pembangunan Jembatan Perumahan Permata Laguna (Multiyears 2026-2027)

15. Pembangunan Drainase dan Bangunan Pelintas Kawasan di Wilayah Kerja KPBPB Batam (Singleyear 2026)

16. Pekerjaan Bangunan Pelintas Saluran Drainase Bengkong Palapa (Multiyears 2026-2027)

17. Pemeliharaan dan Normalisasi Drainase Jalan (Singleyear 2026)

18. Pemeliharaan dan Normalisasi Drainase Kawasan (Singleyear 2026)

19. Pemeliharaan dan Normalisasi Drainase Industri (Singleyear 2026). (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.