Profil Dirut Bank Mandiri yang Minta Maaf karena Blokir Rekening Nasabah, Punya Harta Rp 166 Miliar
Vivi Febrianti August 26, 2026 10:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Direktur Utama PT Bank Mandiri, Riduan jadi sorotan setelah meminta maaf karena memblokir sejumlah nomor rekening.

Sosok Riduan pun jadi sorotan, mulai dari profil hingga harta kekayaannya.

Dalam konferensi pers bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026), Riduan menyampaikan permohonan maaf.

Ia mengaku sudah mendapat arahan dari sejumlah pihak terkait penonaktifan rekening tersebut.

"Arahan dan permintaan yang disampaikan oleh Pak Kapolda, arahan dari pimpinan Komisi III serta bapak Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya tadi," kata dia.

Riduan mengaku akan segera mengaktifkan kembali nomor rekening yang telah diblokir.

"Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindak lanjuti apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi," katanya dalam konferensi pers tersebut.

Riduan pun meminta maaf jika ada pihak yang kurang berkenan atas hal tersebut.

"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan, kami akan selalu memegang amanah daripada nasabah dan masyarakat dengan baik untuk menyelenggarakan pelaksanaan perbankan secara pruden, sehat, dan memberikan layanan terbaik," jelas Riduan.

Profil Riduan

Riduan menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri sejak 4 Agustus 2025.

Jabatan itu sebelumnya diduduki oleh Darmawan Junaidi yang sebelumnya menjadi Dirut Bank Mandiri.

Saat itu posisi Riduan sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri.

Dilansir dari situs Bank Mandiri, Riduan lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 1970. 

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana bidang ekonomi akuntansi di Universitas Sriwijaya pada 1995.

Riduan kemudian melanjutkan pendidikan magister manajemen di universitas yang sama dan menyelesaikannya pada 2007.

Karier Riduan di sektor perbankan telah berlangsung cukup panjang. Ia mengawali perjalanan profesionalnya sebagai auditor internal PT Bank Dagang Negara (Persero) pada 1996-1999.

Bank Dagang Negara kemudian menjadi salah satu bank yang dilebur ke dalam Bank Mandiri.

Setelah bergabung dengan Bank Mandiri pada 1999, Riduan menempati sejumlah posisi di perusahaan tersebut.

Ia pernah menjadi auditor internal, Head of Internal Control & Compliance di Kantor Wilayah II Palembang, hingga Cash Outlet Manager.

Kariernya berlanjut sebagai kepala cabang dan Vice President Commercial Banking Center Manager.

Baca juga: Muktamar NU ke-35, Sekretaris MUI Bogor Harap NU Mandiri dan Tak Bergeser Jadi Organisasi Politis

Riduan kemudian menjabat Senior Executive Vice President Middle Corporate Banking pada 2017-2019. Pada 2019-2024, Riduan menduduki posisi Direktur Commercial Banking Bank Mandiri.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Direktur Corporate Banking sebelum akhirnya diangkat sebagai Wakil Direktur Utama dan kemudian Direktur Utama.

Harta Kekayaan Riduan

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri, Riduan memiliki harta kekayaan yang fantastis.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 30 Maret 2026 untuk periode pelaporan 2025, Riduan tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 166.313.372.457.

Harta tersebut terdiri atas sejumlah aset, yakni tanah dan bangunan senilai Rp 49.097.729.579, alat transportasi dan mesin Rp 4.023.153.750, serta harta bergerak lainnya Rp 2.200.880.000.

Riduan juga melaporkan kepemilikan surat berharga senilai Rp 74.797.680.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp 42.965.973.767.

Dalam laporan tersebut, Riduan tercatat memiliki utang sebesar Rp 6.772.044.639.

Berikut harta kekayaan lengkap yang dimiliki oleh Riduan.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 49.097.729.579

  1. Tanah dan Bangunan Seluas 34.04 m2/34.04 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp 1.050.000.000
  2. Tanah dan Bangunan Seluas 420 m2/210 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp 2.625.000.000
  3. Tanah dan Bangunan Seluas 420 m2/148 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp 2.835.000.000
  4. Tanah dan Bangunan Seluas 62.54 m2/62.54 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp 2.100.000.000
  5. Tanah dan Bangunan Seluas 401 m2/70 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp 1.050.000.000
  6. Tanah Seluas 662 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp 1.575.000.000
  7. Tanah dan Bangunan Seluas 220 m2/100 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp 1.575.000.000
  8. Tanah dan Bangunan Seluas 375 m2/377 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp 11.720.650.053
  9. Tanah Seluas 162 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp 750.000.000
  10. Tanah dan Bangunan Seluas 240 m2/336.75 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp 8.061.900.000
  11. Tanah Seluas 102 m2 di KAB / KOTA KARAWANG, HASIL SENDIRI Rp 1.005.179.526
  12. Tanah dan Bangunan Seluas 365 m2/317 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp 14.750.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 4.023.153.750

  1. MOBIL, TOYOTA KIJANG INNOVA MINIBUS Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp 114.750.000
  2. MOBIL, TOYOTA CAMRY SEDAN Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp 119.000.000
  3. MOTOR, YAMAHA XEON SEPEDA MOTOR Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp 4.250.000
  4. MOBIL, TOYOTA ALPHARD MINIBUS Tahun 2016, HASIL SENDIRI 544.000.000
  5. MOBIL, CHEVROLET MINIBUS Tahun 2016, HASIL SENDIRI 123.250.000
  6. MOTOR, YAMAHA NMAX SEPEDA MOTOR Tahun 2016, HASIL SENDIRI 13.600.000
  7. MOTOR, YAMAHA XMAX SEPEDA MOTOR Tahun 2020, HASIL SENDIRI 42.160.000
  8. MOBIL, BMW X5 MINIBUS Tahun 2020, HASIL SENDIRI 1.122.000.000
  9. MOBIL, MITSUBISHI PAJERO SPORT 2.4L Tahun 2022, HASIL SENDIRI 476.000.000
  10. MOBIL, WULING E230R EV Tahun 2022, HASIL SENDIRI 200.600.000
  11. MOBIL, MERC BENZ E 300 AT (W213) / SEDAN Tahun 2018, HASIL SENDIRI 297.500.000
  12. MOTOR, HONDA BEAT Tahun 2024, HASIL SENDIRI 16.043.750
  13. MOBIL, BYD DENZA D9 Tahun 2025, HASIL SENDIRI 950.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 2.200.880.000

D. SURAT BERHARGA Rp 74.797.680.000

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 42.965.973.767

F. HARTA LAINNYA Rp 0

Sub Total Rp 173.085.417.096

II. HUTANG Rp 6.772.044.639

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II) Rp 166.313.372.457

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.