BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kondisi kabut asap yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) cukup pekat terlebih pada saat pagi hari.
Dengan kondisi kabut asap yang pekat tersebut, sangat membahayakan jika ada kendaraan terlebih kendaraan besar yang terparkir lama di bahu jalan.
Jika memarkirkan kendaraan tanpa adanya tanda segitiga pengaman maka berpotensi membuat kendaraan lain bisa menabrak.
Seperti di jalan fakhrudin yang merupakan jalan bypass penghubung Desa Bayur - Panangkalaan. Ruas jalan ini memang cukup luas dan pada malam hingga pagi hari jumlah pengendara yang melintasi jalan ini lebih sedikit.
Baca juga: Industri Keuangan Nonbank Catat Pertumbuhan Positif, Begini Penjelasan OJK
Baca juga: Sebab Utama Sejumlah Pengendara di Jalan Karang Rati HSS Sampai Terjatuh, Ditolong Relawan BPK
Tampak ada beberapa kendaraan besar seperti mobil tangki yang terparkir dalam waktu cukup lama beberapa jam. Beberapa mobil tangki berjejer di tepi jalan kemungkinan sopir tengah beristirahat.
Kadang ada juga truk yang parkir di ruas jalan tersebut, hal ini menjadi perhatian Dinas Perhubungan HSU.
Kepala Dinas Perhubungan Moch Arifil memberikan imbauan kepada para sopir kendaraan besar khususnya untuk tidak parkir apalagi dalam waktu lama.
"Apalagi saat ini kabut asap, meskipun pada malam hari ada lampu jalan namun pandangan pengguna jalan terganggu dan membahayakan,” ujarnya.
Pihaknya akan memberikan teguran secara persuasif kepada sopir kendaraan yang memarkir dalam waktu lama di jalan bypass Amuntai.
Dedi salah satu warga yang melintas mengatakan mobil tangki yang parkir di pinggir jalan pada saat kabut asap paling bahaya saat pagi.
“Kalau pagi biasanya lampu jalan sudah mati tapi karena kabut asap jadi tidak kelihatan, karena kabut tebal mereka tidak menggunakan penanda parkir,” ungkapnya.
Selain itu Dedi berpendapat dengan adanya parkir mobil dalam waktu berjam jam dan setiap hari juga bisa menjadi sebab jalan menjadi cepat rusak. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)