Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Rabu (26/8/2026) pukul 21.00 WIB, tiga dari 10 stasiun yang dipantau masuk kategori berbahaya, yakni Palangkaraya Jekan Raya dengan nilai ISPU 694, Kabupaten Tebo 339, Pontianak dan Tenggara 311.
kualitas udara di wilayah yang terdampak karhutla Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth
|
Berikut daftar wilayah terdampak karhutla berdasarkan nilai ISPU:
- KLH/BPLH Palangkaraya Jekan Raya, Palangka Raya: ISPU 694
- KLH/BPLH Kabupaten Tebo, Jambi: ISPU 339
- KLH/BPLH Pontianak Tenggara, Pontianak: ISPU 331
- KLH/BPLH Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah: ISPU 245
- KLH/BPLH Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah: ISPU 234
- KLH/BPLH Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan: ISPU 228
- KLH/BPLH Kabupaten Pali, Sumatera Selatan: ISPU 207
- KLH/BPLH Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah: ISPU 203
- KLH/BPLH Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah: ISPU 199
- KLH/BPLH Kabupaten Pelalawan, Riau: ISPU 190
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr Then Suyanti mengatakan karhutla menjadi isu kesehatan karena dapat memicu lonjakan paparan partikulat dan gangguan kesehatan dalam waktu singkat. Salah satu polutan yang menjadi perhatian adalah PM2,5, partikel berukuran sangat kecil yang dapat menyebar luas melalui udara.
"Adanya PM 2,5 yang tinggi, tingkat pajanannya sangat luas karena di mana-mana udara itu tidak ada batasan. Dan kelompok rentan menjadi perhatian kita sama-sama karena gampang terkena penyakit, dan ini perlunya respon cepat kita semua.Dari resiko, jadi resiko ini tidak hanya ditentukan oleh konsentrasi polutan, tapi juga durasi, aktivitas, kemudian kerentanan daripada individu," jelasnya saat konferensi pers, Rabu (26/8/2026).






