Kronologi 4 Warga Natuna Hilang di Hutan Gunung Bedung, Istri Wardi Cemas Suami Tak Kunjung Pulang
Septyan Mulia Rohman August 27, 2026 12:28 PM

 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Empat warga di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Gunung Bedung masih dalam pencarian tim SAR.

Keempat warga tersebut yakni:

  • Wardi (39)
  • Supriadi (44)
  • Arudin (40), dan
  • Irfan (40).

Mereka sebelumnya masuk ke kawasan hutan di sebelah Sujung dari lokasi galian Pengadah untuk mencari buah kembang semangkok.

Hutan Gunung Bedung terletak di wilayah administratif Seleman, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Wilayah ini merupakan kawasan hutan lebat dan perbukitan yang sering menjadi lokasi warga lokal mencari hasil hutan

Jarak antara Hutan Gunung Bedung dengan pusat ibu kota Kabupaten Natuna (Kota Ranai) adalah sekitar 36,3 kilometer.

Jarak 36,3 kilometer ini dihitung berdasarkan titik koordinat kawasan hutan (4°02'45.82″ LU dan 108°14'52.99″ BT) dari pusat Kantor SAR Natuna yang berada di sekitar ibu kota Ranai.

Kabar hilangnya keempat warga tersebut dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna pada Rabu (26/8/2026) siang.

Baca juga: Pamit Cari Buah Kembang Semangkok, 4 Warga Natuna Dilaporkan Hilang di Hutan Gunung Bedung

Di tengah pencarian, Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos, turut mengungkap kronologi sebelum keempat warga tersebut dilaporkan hilang.

Menurut Era, pihak kelurahan pertama kali mendapat informasi dari istri Wardi yang mulai khawatir karena suaminya tak kunjung pulang.

"Wardi warga di Ranai Darat. Dia itu berangkat dari rumah jam 4 subuh hari Selasa (25/8/2026). Titik kumpulnya di Ceruk. Pergi sama-sama berempat, mereka langsung bergerak ke kawasan Hutan Gunung Bedung untuk cari buah kembang semangkok yang memiliki nilai jual cukup tinggi," ujar Era kepada TribunBatam.id, Kamis (27/8/2026).

Sebelum berangkat, Wardi disebut berpamitan kepada istrinya dan akan kembali pada sore hari.

Ia juga hanya membawa bekal terbatas yang diperkirakan cukup untuk makan siang.

Bahkan, Wardi tidak membawa senter karena memperkirakan akan kembali sebelum malam.

"Wardi ini janji dengan istrinya di rumah itu pulang sore. Bawa bekal sedikit saja, hanya cukup untuk makan siang. Karena selepas salat Ashar pulang. Senter pun dia tak bawa," ungkap Era.

Sekira pukul 11.00 WIB, Wardi sempat melakukan video call dengan salah seorang temannya.

Namun komunikasi tersebut tidak berlangsung lancar karena kondisi sinyal di kawasan hutan.

"Pas pukul 11 siang hari Selasa itu, dia sempat berkomunikasi dengan salah satu temannya. Tapi sinyalnya tak bagus sehingga apa yang dibicarakan kurang jelas. Setelah itu ketika coba dihubungi sudah tak aktif lagi," jelas Era.

Keluarga kemudian menunggu hingga sore dan malam hari.

Namun, keempat warga tersebut tak kunjung kembali.

Kondisi tersebut membuat keluarga mulai melakukan pencarian secara mandiri.

Abang kandung Wardi bersama seorang rekannya kemudian berangkat menuju kawasan Gunung Bedung pada Rabu pagi.

Sesampainya di lokasi, mereka menemukan empat sepeda motor yang digunakan keempat warga tersebut masih berada di sana.

Mereka kemudian mencoba menyusuri kawasan gunung untuk mencari keberadaan Wardi dan tiga rekannya.

Namun pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil.

Karena pencarian awal tidak menemukan tanda-tanda keberadaan keempat warga, pihak Kelurahan Ranai Darat langsung mengambil tindakan.

"Karena dapat info pencarian awal belum berhasil. kami kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Bunguran Timur dan Basarnas Natuna, dan langsung dilakukan pencarian," kata Era.

Sementara itu, Kasi Operasi Kantor SAR Natuna, Budiman, mengatakan pencarian masih terus dilakukan.

Tim pencari bahkan bermalam di lokasi untuk memperluas upaya pencarian.

"Ya, pencarian masih berlangsung. Tim pencari bermalam di sana. Di lokasi untuk tanda-tanda keberadaan mereka belum diketahui, hanya saja keempat sepeda motor masih ada di lokasi," ujar Budiman.

Hingga Kamis (27/8/2026), keberadaan keempat warga tersebut belum diketahui.

Tim SAR bersama unsur terkait masih melakukan penyisiran di kawasan Hutan Gunung Bedung.

Budiman berharap keempat warga tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.

"Kami berharap mereka ditemukan secepatnya dalam keadaan selamat dan kembali ke rumah," katanya. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.