BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabar pilu datang dari seorang pelajar berinisial RS (17) yang diserang buaya saat sedang memancing di Sungai Mancung, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (25/8/2026) malam.
Malam itu, sekira pukul 22.20 WIB, RS sedang memancing bersama rekannya MW (15 tahun) di muara Sungai Desa Mancung.
Tiba-tiba, seorang buaya menerkam RS dan langsung menyeretnya ke dalam air.
Baca juga: Peran Tiga Pria Selundup 4,9 Ton LTJ Ratusan Juta, Warga Kelapa Diduga Pengendali Sekaligus Pemilik
Sontak, korban pun melakukan perlawanan sekuat tenaga dan berteriak meminta pertolongan.
Teriakan itu kemudian didengar oleh MW dan seketika langsung menarik kaki korban.
Beruntung, korban bisa dibawa ke pinggir muara sungai dan berhasil diselamatkan.
Kendati demikian, akibat serangan tersebut, RS mengalami luka robek dan patah tulang pada pergelangan tangan kiri akibat gigitan buaya.
“Korban telah mendapatkan perawatan dan dijadwalkan menjalani operasi di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso kepada Bangkapos.com, Kamis (27/8/2026).
Yos menyebut, pasca kejadian, anggota Polsek Kelapa juga melakukan pendekatan kepada masyarakat menyusul adanya keresahan warga.
Baca juga: Identitas Pemilik dan Pengendali yang Ditangkap Mau Lundup 4,9 Ton LTJ Ratusan Juta di Bangka Barat
Sebagian warga disebut berencana menangkap dan memusnahkan buaya yang diduga menyerang korban.
“Kami memahami keresahan masyarakat, namun kami mengimbau agar tidak melakukan tindakan sendiri terhadap satwa liar. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk penanganannya,” ujarnya.
Polsek Kelapa Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar muara atau sungai yang berpotensi menjadi habitat buaya.
“Jika masyarakat melihat keberadaan buaya, segera laporkan kepada pihak berwenang dan jangan mengambil tindakan sendiri,” imbuhnya.
Peristiwa serangan buaya terhadap seorang remaja berumur 17 tahun pada Selasa (25/8/2026) malam di Sungai Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat malam menggemparkan masyarakat sekitar.
Seorang pelajar diterkam dan diserat ke sungai oleh hewan karnivora tersebut saat sedang asyik mancing bersama rekannya.
Meski mengalami luka robek dan pergelangan tangan kiri parah, nasib remaja berinisial RS tersebut masih bisa terselamatkan berkat pertolongan rekannya yang menarik korban ke pinggir sungai.
Akibat peristiwa yang terjadi pada malam sekira pukul 22.00 WIB tersebut, korban dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan dan dijadwalkan akan dioperasi.
Baca juga: Profesi Supriyono Botok Aktivis AMPB yang Rekening Rp80 Juta Miliknya Mendadak Diblokir Bank
Sementara itu, warga setempat yang mengetahui kabar tersebut juga langsung mendatangi titik lokasi untuk mencari keberadaan buaya yang menyerang RS.
Tak cukup di malam hari, keesokan harinya, warga bersama polisi juga kembali mendatangan TKP untuk mengetahui pasti detik-detik kronologi peristiwa itu.
Apalagi, diketahui bahwa Sungai Desa Mancung tersebut memang dikenal banyak habitat buaya.
Hal tersebut turut dibenarkan oleh Kepala Desa Mancung, Herlizon.
Bahkan kata dia, sungai tersebut adalah sungai yang sama tempat habitat buaya pemakan kerupuk yang viral beberapa waktu lalu.
“Iya itu masih satu aliran (sungai-red). Sungai itu enggak besar, kecil sungainya,” kata Kades kepada Bangkapos.com, Kamis (27/8/2026).
Kendati demikian, lokasi tempat peristiwa serangan buaya beberapa hari lalu dengan lokasi kemunculan buaya yang doyan makan kerupuk berada cukup jauh hingga berkilo-kilo meter.
“Kalau yang kemarin (serangan buaya-red) itu dekat hulu, antara sawah dan sungai,” jelasnya.
Sedangkan, lokasi yang sering munculnya buaya pemakan kerupuk berada di sekitar jembatan Sungai Mancung dan berjarak sekitar 7 km.
Lebih lanjut, Herlizon menyebut bahwa peristiwa serangan buaya terhadap manusia di Sungai Mancung ini merupakan kejadian yang pertama.
Kendati demikian, kemunculan buaya di sungai tersebut disebut sudah menjadi hal yang biasa.
Baca juga: Siapa Botok yang Rekening Rp80 Juta Mendadak Diblokir Lalu Diberi Wanita Misterius Segepok Uang
Pihaknya dari Pemerintah Desa pun telah sering memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar untuk berhati-hati dan waspada melakukan aktivitas di sungai.
“Kami sudah sering pasang-pasang spanduk (himbauan-red). Kita enggak mungkin bisa memantau semuanya, paling tidak memberikan himbauan dan menjaga diri masing-masing,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)