TRIBUNJAKARTA.COM - Truk bermuatan pasir terpental hingga sekitar 40 meter setelah tertabrak Kereta Malabar di perlintasan kereta api Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (27/8/2026) dini hari.
Benturan keras membuat truk yang semula berhenti di tengah perlintasan tersebut terlempar jauh dari posisi awal.
Kendaraan juga mengalami kerusakan parah pada bagian badan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Kasi Humas Polresta Klaten, AKP Suwoto, mengatakan truk bermuatan pasir awalnya melintas di perlintasan kereta api.
"Truk bermuatan pasir saat melintas tiba-tiba macet dan berhenti di tengah jalur, kemudian sopir keluar," jelasnya, Kamis (27/8/2026).
Tak berselang lama, Kereta Malabar datang dari arah barat.
Kereta tersebut kemudian menabrak truk yang masih berada di tengah perlintasan.
"Dari arah barat datang kereta Malabar, menabrak truk tersebut," ucap Suwoto.
Akibat benturan itu, truk terpental sekitar 40 meter dari titik awal berhenti.
Kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah setelah dihantam kereta.
Sementara itu, Kereta Malabar mengalami anjlok akibat kecelakaan tersebut.
Informasi mengenai insiden itu awalnya diterima polisi dari petugas keamanan Stasiun Srowot yang melaporkannya ke Polsek Jogonalan.
Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Sejumlah petugas kepolisian dan instansi terkait berada di lokasi untuk mengamankan area serta melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan kondisi perlintasan.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Namun, insiden itu mengakibatkan kerusakan material pada truk dan Kereta Malabar.
Truk bermuatan pasir tiba-tiba macet dan berhenti di tengah perlintasan kereta api di Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten, hingga akhirnya tertabrak Kereta Malabar pada Kamis (27/8/2026) dini hari.
Kasi Humas Polresta Klaten, AKP Suwoto, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.
"Kejadiannya dini hari, sekira pukul 01.30 WIB," ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Suwoto, kejadian bermula saat truk bermuatan pasir melintas di perlintasan kereta api.
Namun, truk tersebut tiba-tiba mengalami masalah hingga macet dan berhenti di tengah jalur.
"Truk bermuatan pasir saat melintas tiba-tiba macet dan berhenti di tengah jalur, kemudian sopir keluar," jelasnya.
Tak berselang lama, Kereta Malabar datang dari arah barat.
Masinis kemudian tidak dapat menghindari truk yang masih berada di tengah perlintasan.
"Dari arah barat datang kereta Malabar, menabrak truk tersebut," ucapnya.
Benturan keras membuat truk terpental hingga sekitar 40 meter dari titik awal berhenti.
Truk mengalami kerusakan parah akibat tertabrak kereta. Sementara itu, Kereta Malabar mengalami anjlok setelah kecelakaan tersebut.
Informasi mengenai kejadian itu awalnya diterima polisi dari petugas keamanan Stasiun Srowot yang melaporkannya ke Polsek Jogonalan.
Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kecelakaan mengakibatkan kerusakan material pada truk dan Kereta Malabar.