Teriakan Massa AMPB: Kita Mencintai Indonesia Meski Morat-marit, Ini Bukan Akhir Perjuangan Kami
Tribun-video August 27, 2026 07:56 PM

Salah satu koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyatakan Indonesia saat ini berantakan. 

Kendati demikian, masyarakat termasuk AMPB tetap mencintai Indonesia. 

Hal itu disampaikannya sebelum Koordinator AMPB Supriyono alias Botok membacakan surat komitmen pimpinan DPR RI terkait penyelesaian RUU Perampasan Aset, Kamis (27/8). 

Pihaknya menegaskan bahwa, aksi demo pada hari ini bukanlah akhir dari perjuangan AMPB. 

Dilaporkan, massa AMPB terdengar meneriakkan kata 'bohong' saat Botok membacakan surat komitmen pimpinan DPR RI terkait target pengesahan RUU Perampasan Aset yang ditetapkan pada 15 Desember 2026.

Reaksi serupa kembali terdengar saat Botok membacakan poin soal konsekuensi jika target tersebut tidak tercapai.

Dalam surat komitmen itu, pimpinan DPR menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatan pimpinan maupun sebagai anggota DPR. 

Hal itu menjadi komitmen pimpinan DPR jika hingga 15 Desember 2026 RUU Perampasan Aset tidak disahkan dalam rapat paripurna.

Meski begitu, AMPB meminta proses pembentukan RUU Perampasan Aset tetap dikawal hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Sebagai informasi, terjadi keributan di tengah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. 

Massa aksi menghakimi pria yang diduga sebagai penyusup di tengah kerumunan. 

Bahkan, pria itu diteriaki sebagai copet dan diduga membawa senjata tajam. 

Sementara itu, satu peserta aksi demo dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan. 

Diduga, pria tersebut terinjak-injak saat terjadi keributan. 

Dilaporkan, hingga kini gesekan antar massa aksi demo dengan pihak kepolisian masih terus terjadi di sekitar kawasan DPR RI, Jakarta. 

Massa juga terus berdatangan hingga sore hari ini, Kamis (27/8/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.