Jumlah Hotspot Jambi Malam Ini Melonjak Drastus Jadi 40 Titik, Luas Karhutla 916 Hektare
asto s August 27, 2026 09:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jumlah titik panas (hotspot) di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi melonjak pada Kamis (27/8/2026) malam.

Berdasarkan pantauan satelit NASA-NOAA20 pukul 19.00 WIB di laman Sipongi Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan (confidence level) medium di wilayah Provinsi Jambi ada 40 titik panas.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pantauan sebelumnya pada hari yang sama. Pagi hingga siang tadi, jumlah hotspot di Jambi tercatat hanya 5 titik.

Malam ini, sebaran hotspot di Provinsi Jambi ada di Sarolangun, Tebo, Tanjab Timur, Batang Hari dan Tanjab Barat.

Lonjakan titik panas ini menjadi perhatian karena terjadi saat sejumlah wilayah di Jambi masih menghadapi kebakaran lahan dan dampak kabut asap.

Sementara itu, Provinsi Sumatera Selatan mencatat jumlah titik panas tertinggi di antara wilayah yang dipantau, dengan 573 hotspot berstatus tingkat kepercayaan medium.

Provinsi Riau berada di posisi berikutnya dengan 83 titik panas, disusul Lampung yang tercatat memiliki 45 hotspot.

Dengan 40 titik panas, Jambi berada di bawah Lampung, Riau, dan Sumatera Selatan. Meski demikian, peningkatan jumlah hotspot di Jambi menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya karhutla.

Data Hotspot Kamis (27/8/2026) pukul 19.00 WIB:

  • Sumatera Selatan: 573 hotspot
  • Riau: 83 hotspot
  • Lampung: 45 hotspot
  • Jambi: 40 hotspot

Perlu diketahui, hotspot merupakan indikasi adanya titik panas yang terdeteksi melalui sensor satelit dan tidak serta-merta seluruhnya menunjukkan lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Luas Karhutla Jambi Melonjak

Luas karhutla di Provinsi Jambi terus bertambah. Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar hingga 25 Agustus 2026 mencapai 916,26 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bahyuni Deliansyah, mengatakan peningkatan luas lahan terbakar terjadi di sejumlah kabupaten. Dalam sehari, luas area yang terbakar bertambah sekitar 257 hektare.

“Data terbaru yang diinput per 25 Agustus menunjukkan angka 916,26 hektare lahan terbakar yang tersebar di beberapa kabupaten,” ujar Bahyuni, Kamis (27/8).

Lonjakan tersebut menunjukkan ancaman karhutla di Jambi masih tinggi di tengah kondisi kemarau. Pemerintah daerah bersama Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus mengintensifkan penanganan di sejumlah wilayah yang menjadi titik rawan.

Tim gabungan saat ini fokus melakukan pemadaman api di darat serta pendinginan (cooling down) untuk memastikan bara api benar-benar padam dan mencegah munculnya titik api baru.

“Kita terus fokus melakukan pemadaman dan pendinginan karhutla,” katanya.

Bahyuni mengatakan penanganan cepat diperlukan untuk mengantisipasi laju penyebaran api yang dapat meningkat, terutama ketika kondisi lahan kering dan angin kencang.

BPBD bersama instansi terkait juga memperketat pemantauan di kawasan yang rawan terbakar. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan perluasan area karhutla sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru.

Dengan luas lahan terbakar yang kini mencapai 916,26 hektare, pemerintah mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla.

Hingga saat ini, proses pemadaman dan pendinginan masih dilakukan di sejumlah lokasi yang terdeteksi mengalami kebakaran maupun memiliki potensi munculnya kembali titik api. (Tribun Jambi/Sopianto/Asto)

Baca juga: Anggrek Emas, Bunga Langka yang Tumbuh di Gunung Kunyit Kerinci

Baca juga: Ada Perbaikan Jembatan, Lalu Lintas Jalintim di Muara Papalik Tajabbar Macet Panjang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.