WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kamis (27/8/2026) seharusnya menjadi hari perayaan bagi Ernest Prakasa dan seluruh kru Operasi Pesta Copet.
Namun, ketika layar bioskop mulai memutar film yang telah digarap matang selama tiga tahun tersebut, jalanan ibu kota justru tengah mendidih oleh gelombang demonstrasi besar-besaran di Gedung DPR RI.
Situasi ini memicu pergolakan batin bagi sang sineas.
Di satu sisi, ada tanggung jawab moral untuk mempromosikan karya yang lahir dari keringat panjang.
Namun di sisi lain, nuraninya berontak.
Membicarakan film komedi di saat masyarakat sedang turun ke jalan memperjuangkan nasib bangsa terasa sebagai sebuah ironi yang mengganjal.
"Rasanya kayak, masa orang lagi pada (berjuang) begini kita malah promo film. Tapi kalau nggak dipromosikan, ini karya yang dibikin tiga tahun. Bingung rasanya," ungkap Ernest Prakasa, Kamis (27/8/2026).
Cermin Retak Kemiskinan Struktural
Keresahan Ernest semakin dalam jika melihat benang merah cerita Operasi Pesta Copet.
Ini bukan sekadar film komedi kosong.
Sejak awal, sang sutradara, Edi Khemod, merancang film ini sebagai satir tajam yang memotret kemiskinan struktural—bagaimana penguasa mengeksploitasi dan mempertahankan kendali atas masyarakat kelas bawah yang terhimpit ekonomi.
Gagasan yang lahir bertahun-tahun lalu itu kini justru menjelma menjadi cermin retak yang memantulkan wajah Indonesia hari ini.
"Dari awal Edi Khemod memang ingin membuat film soal kemiskinan struktural. Sesuatu yang kini benar-benar mirroring (mencerminkan) situasi Indonesia sekarang," tegas Ernest.
"Filmnya mencerminkan situasi saat ini, tapi situasi ini juga yang bikin ngomongin film rasanya jadi nggak pas," kata dia.
Baca juga: Akting dengan Nadya Arina, Cut Keke Merasa Seperti Main Film di Sinetron Jodoh Wasiat Bapak Reborn
Prioritas Keselamatan di Atas Tiket Bioskop
Di tengah dilema tersebut, Ernest mengambil sikap tegas.
Ia mengucapkan terima kasih kepada penonton di daerah kondusif yang telah meramaikan hari pertama penayangan, namun ia menunda ajakan menonton bagi warga Jakarta.
Keselamatan masyarakat dan hak berdemokrasi kini menjadi prioritas tertingginya.
Pesan solidaritas pun mengalir deras dari sang produser untuk mereka yang sedang berpeluh di jalanan.
"Buat teman-teman di Jakarta, stay safe, utamakan keamanan. Buat yang turun ke jalan, jaga diri baik-baik dan jaga satu sama lain," pesannya dengan nada penuh empati.
"Bersuaralah, karena kalau bersuara itu tidak ada artinya, niscaya kalian tidak akan dibungkam," pungkas Ernest memberikan dukungan moral.
Operasi Pesta Copet, yang dibintangi jajaran nama besar seperti Iqbaal Ramadhan, Kristo Imanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, kini telah tayang di bioskop.
Namun, Ernest dengan lapang dada mempersilakan masyarakat untuk menunda ke bioskop hingga jalanan ibu kota kembali bernapas lega.