Dampingi Tim KLHK Tinjau TPA Gunung Sadai, Wabup Belitung Targetkan Jadi Contoh Pengelolaan Sampah
Ardhina Trisila Sakti August 27, 2026 09:36 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai menjadi percontohan pengelolaan sampah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Belitung, Syamsir, saat mendampingi tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan verifikasi lapangan ke TPA Gunung Sadai, Kabupaten Belitung pada Kamis (27/8/2026). 

Kunjungan tim pusat tersebut merupakan tindak lanjut atas sanksi yang diberikan terhadap pengelolaan TPA pada 2025 dan diperpanjang pada 2026. Tim melakukan verifikasi terhadap berbagai perbaikan kinerja yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Belitung.

"Pengawasan yang lebih penting. Nanti apa yang menjadi temuan akan menjadi perhatian khusus pemda, karena Pak Bupati konsen terkait hal ini," kata Syamsir.

Menurutnya, tim pusat juga dapat memberikan pengalaman mengenai pengelolaan TPA yang dinilai sudah baik di daerah lain.

Syamsir menegaskan, berbagai masukan dari tim KLHK akan segera ditindaklanjuti Pemkab Belitung.

Ia berharap pembenahan yang dilakukan tidak hanya menyangkut tempat pembuangan, tetapi juga penataan kawasan, fasilitas hingga sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi percontohan TPA kita di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bukan terkait pembuangannya saja, tetapi pengelolaannya, penataannya juga, termasuk areal dan fasilitas yang bisa kita gunakan," katanya.

Syamsir menambahkan perencanaan pembenahan TPA Gunung Sadai sudah disiapkan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Belitung.

Sesuai arahan Bupati Belitung, perbaikan TPA tersebut ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.

Pemkab Belitung juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembenahan TPA mengingat hingga saat ini Gunung Sadai menjadi fasilitas utama untuk menampung sampah dari wilayah Belitung.

"Dukungan penuh, karena kita tidak punya TPA lagi sementara volume sampah sangat luar biasa," kata Syamsir.

Di sisi lain, pemda juga akan mengevaluasi sistem pengelolaan sampah sejak dari sumbernya agar tidak seluruh sampah berakhir di TPA.

Pemilahan sampah dari rumah tangga akan didorong sehingga sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos.

"Yang bisa menjadi nilai ekonomi, nanti bisa diarahkan ke sana," ujarnya.

Syamsir juga mendorong desa-desa penyangga di sekitar kawasan perkotaan ikut terlibat dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya, sampah yang dihasilkan masyarakat tidak seharusnya langsung dibuang seluruhnya ke TPA apabila masih dapat diolah dan dimanfaatkan.

"Jadi, tidak langsung membuang semuanya ke TPA, artinya desa juga punya pengolahan yang bisa dimanfaatkan," jelasnya.

Kepala DLH Belitung, Mardi Smolik menambahkan hasil evaluasi tim KLHK terhadap TPA Gunung Sadai masih dalam proses.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan verifikasi lapangan, tim telah meminta sejumlah data dan dokumen terkait pengendalian serta perlindungan lingkungan.

Tim KLHK juga masih akan berada di Belitung untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai perbaikan yang telah dilakukan.

"Nah, ini belum. Mungkin karena kemarin mereka meminta data-data dan berkas kita, terkait pengendalian, perlindungan, dan segala macam. Nah, hari ini mereka turun ke lapangan," kata Mardi.

Menurutnya, hasil verifikasi nantinya akan menentukan apakah perbaikan yang dilakukan Pemkab Belitung sudah memenuhi target kinerja atau masih membutuhkan peningkatan.

"Jadi, mereka melakukan verifikasi lapangan terkait perbaikan kinerja kita untuk menentukan nanti status TPA kita, apakah sudah baik atau masih perlu peningkatan kinerja lagi," ujarnya.

Di sisi lain, Mardi mengatakan TPA Gunung Sadai saat ini menerima sekitar 150 meter kubik sampah setiap hari atau setara kurang lebih 50 ton.

Meski volume sampah cukup besar, kapasitas sel lama TPA masih diperkirakan mampu digunakan sekitar lima tahun lagi.

"Masih, kita masih bisa operasional kurang lebih lima tahun lagi. Masih punya waktu lima tahun lagi untuk TPA ini dengan sel yang lama," katanya.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.