ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Junaidi (39) di Jembatan Selayang Pandang (SP) II Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (26/8/2026), diduga terjadi karena korban berkendara dalam kondisi mengantuk.
Dugaan tersebut disampaikan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Anambas setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kasat Lantas Polres Kepulauan Anambas, AKP Iwan Setiawan mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban diduga mengalami kantuk saat mengendarai sepeda motor.
"Junaidi diduga mengalami kantuk saat mengendarai sepeda motor. Kondisi tersebut diduga membuat korban kehilangan kendali atas sepeda motornya hingga menabrak pagar jembatan SP II Tarempa," ujar Iwan kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (27/8/2026).
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Selayang Pandang (SP) II Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu kemarin sekitar pukul 14.40 WIB.
Saat kejadian, Junaidi diketahui mengendarai sepeda motor Honda Beat Street berwarna cokelat dengan nomor polisi BP 4543 CG.
Korban diketahui melaju dari arah Tarempa Beach menuju rumahnya di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan.
Dalam perjalanan, korban diduga kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya karena kondisi mengantuk.
Sepeda motor tersebut kemudian menabrak pagar Jembatan SP II Tarempa.
Benturan keras membuat Junaidi mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.
"Korban mengalami beberapa luka akibat kecelakaan tersebut," kata Iwan.
Junaidi mengalami luka robek pada bagian wajah serta luka lecet pada tangan dan kaki.
Ia juga mengalami luka dalam pada bagian dada akibat benturan.
Setelah kecelakaan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tarempa untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, upaya tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Junaidi dinyatakan meninggal dunia di RSUD Tarempa pada Rabu sekitar pukul 16.15 WIB.
Junaidi merupakan warga Jalan Teluk Buluh, RT/RW 001/004, Desa Tarempa Timur.
Dalam kesehariannya, korban bekerja sebagai nelayan dan meninggalkan dua orang anak.
Berdasarkan laporan kepolisian, kondisi arus lalu lintas saat kecelakaan terjadi relatif sepi. Cuaca di lokasi juga dalam keadaan cerah.
Sementara itu, kondisi jalan di lokasi kejadian merupakan jalan beraspal dan terdapat tikungan di sekitar titik kecelakaan.
Akibat kejadian tersebut, sepeda motor Honda Beat Street yang dikendarai korban mengalami kerusakan.
Kerugian material akibat kecelakaan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)