BBM Minyak Tanah Mulai Langka di Lingga, Warga Mencari Kemana-mana Hingga Sosial Media
Eko Setiawan August 27, 2026 09:40 PM

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Kelangkaan BBM minyak tanah yang terjadi lebih dari sepekan terakhir mulai dikeluhkan masyarakat Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. 

Bahan bakar yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan warga untuk memasak itu semakin sulit ditemukan, sementara harga elpiji nonsubsidi juga dirasakan semakin mahal.

Di Kabupaten Lingga, minyak tanah sendiri menjadi kebutuhan utama karena bahan bersubsidi dari pemerintah.

Mayoritas masyarakat di Kabupaten Lingga, masih memakai bahan minyak tanah dibanding gas.

Bagi sebagian masyarakat, minyak tanah masih menjadi kebutuhan penting dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk memasak dan menunjang usaha kecil. 

Ketika pasokan sulit ditemukan, warga terpaksa mencari dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan minyak tanah.

Bahkan, sejumlah masyarakat memposting di sosial media untuk mendapatkan informasi penjualan minyak tanah yang masih tersedia.

Hingga Kamis (27/8/2026), minyak tanah semakin sulit didapatkan.

Salah seorang warga, Hermadi, mengatakan kesulitan mendapatkan minyak tanah sudah dirasakan masyarakat dalam beberapa minggu terakhir. 

Informasi yang berkembang menyebutkan pasokan belum tiba, namun masyarakat belum mengetahui secara pasti penyebab tersendatnya distribusi.

“Sekarang masyarakat kesulitan mendapatkan minyak tanah. Mereka harus berkeliling mencari ke mana masih ada stok. Minyak tanah ini dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari,” ungkap pria yang juga merupakan pengusaha kuliner ini.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga dapat berdampak terhadap pelaku usaha kuliner yang membutuhkan bahan bakar untuk menjalankan aktivitas usahanya.

Situasi semakin memberatkan karena masyarakat harus mempertimbangkan penggunaan elpiji nonsubsidi yang harganya dinilai cukup tinggi. 

Sementara itu, elpiji subsidi 3 kilogram yang menjadi pilihan masyarakat di banyak daerah disebut belum beredar secara memadai di Kecamatan Lingga.

“Di Lingga memang ada subsidi minyak tanah. Sementara gas 3 kilogram belum beredar atau belum ada distributornya. Dengan harga gas 12 kilogram yang melonjak, kami berharap gas 3 kilogram bisa menjadi salah satu solusi bagi masyarakat Lingga,” ujarnya.

Hermadi meminta Pemerintah Kabupaten Lingga bersama instansi terkait, segera memastikan penyebab kelangkaan minyak tanah dan mengambil langkah untuk menormalkan kembali distribusinya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.