Indonesia menyampaikan duka mendalam atas bencana banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China.
Bencana tersebut mengakibatkan ratusan orang tewas dan lebih dari 1.300 lainnya masih dinyatakan hilang.
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, terdapat sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) di Nepal.
Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban banjir bandang.
"Sejauh ini tidak ada laporan WNI yang terkena dampak dari bencana tersebut. Terdapat sekitar 45 warga negara Indonesia di Nepal yang mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan," kata Nabyl dalam video yang diterima Tribunnews.com, Kamis (27/8/2026).
Namun, Nabyl mengimbau WNI untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Beijing dan KBRI Dhaka juga terus berkoordinasi dengan WNI.
Hingga Kamis (27/8/2026), jumlah korban tewas akibat banjir bandang di wilayah perbatasan Nepal dan China terus bertambah.
Sementara itu, total korban hilang di Nepal dan China tercatat lebih dari 1.300 orang.
Menurut para ahli, bencana tersebut diduga dipicu runtuhnya gletser di kawasan Himalaya yang berkaitan dengan pemanasan di wilayah tersebut.