TRIBUNPALU.COM - Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Tengah (LMND Sulteng) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, Kamis (27/8/2026).
Massa aksi mulai memadati titik lokasi sekitar pukul 14.00 WITA.
Sambil membentangkan spanduk, mereka mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Tengah.
Koordinator Lapangan (Koorlap) Aksi, Abdy HM, menegaskan bahwa penanganan program MBG harus dievaluasi secara sistemik dari hulu ke hilir.
Dalam orasinya, Abdy menyampaikan analisis LMND Sulteng mengenai kasus gangguan kesehatan yang dialami puluhan warga usai mengonsumsi MBG pada 20 Agustus 2026 lalu di Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan.
Berdasarkan temuan mereka, data awal mencatat 51 korban terdampak.
Angka tersebut mencakup 49 siswa, satu ibu menyusui, dan satu balita.
Data tersebut kemudian berkembang menjadi 52 korban, 47 orang di antaranya merupakan murid dari SD Negeri Mata.
LMND Sulteng menilai peristiwa ini harus ditangani secara transparan.
Kepastian penyebab utama gangguan kesehatan warga masih menunggu hasil uji laboratorium resmi.
Kasus serupa ternyata bukan pertama kali terjadi.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Jumat 28 Agustus 2026: Pisces jangan Mudah Tersinggung
Pada September 2025, Banggai Kepulauan mencatat sejarah kelam dengan total 314 korban akibat masalah serupa.
Abdy turut menyentil bahaya praktik serakahnomics.
Ia menilai permasalahan MBG bukan sekadar masalah teknis olahan makanan, melainkan persoalan kelayakan sistem distribusi dan pengelolaan pengadaan.
"Dugaan kasus keracunan MBG di Banggai Kepulauan merupakan kasus sistemik. Pembahasannya bukan hanya di hulu tapi juga di hilir, karena MBG adalah program panjang mulai dari pemeriksaan gizi, menu, sanitasi dapur SPPG, hingga dikonsumsi anak murid," tegas Abdy.
Meski melayangkan kritik tajam, LMND Sulteng menegaskan bahwa aksi mereka bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat.
"Kami LMND Sulteng mendukung penuh program Bapak Presiden Prabowo Subianto. Namun, kami juga memberikan evaluasi kritis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan masa depan anak-anak bangsa," ujar Abdy.
Baca juga: Bentuk Karakter dan Integritas Mahasiswa, FKM Unismuh Palu Gelar Ormik 2026
Aksi yang berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan tersebut berakhir tertib setelah perwakilan mahasiswa menyampaikan seluruh poin tuntutan mereka.(*)