Ribuan Peserta Ikuti SMK Go Global, Pemerintah Tekankan Penempatan PMI Harus Aman dan Prosedural
Samsul Arifin August 28, 2026 10:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Peluang bekerja di luar negeri melalui program SMK Go Global mulai memasuki tahap penguatan kompetensi.

Ribuan peserta yang telah lolos seleksi kini menjalani pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja internasional sebelum nantinya ditempatkan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap program tersebut karena dinilai dapat menjadi salah satu upaya mengurangi pengangguran sekaligus membuka akses masyarakat terhadap lapangan kerja dengan standar penghasilan yang lebih tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar berharap program SMK Go Global dapat berjalan optimal. Ia menegaskan, penempatan PMI ke luar negeri harus dilakukan secara prosedural, aman, dan terlindungi.

Pesan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Prof Abdul Haris, saat meninjau langsung Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Balai Diklat Industri Surabaya, Kamis (27/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Haris yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III Satuan Tugas Percepatan SMK Go Global menekankan pentingnya keberhasilan program ini.

"Pesan Pak Menko Pemberdayaan Masyarakat, semua harus bekerja profesional," ujar Haris di sela-sela pengecekan.

Baca juga: SMK Go Global Dimulai di Jatim, 100 Calon Pekerja Migran Dibekali Kompetensi Kerja ke Luar Negeri

14.523 Pendaftar, 3.340 Peserta Lolos

Program SMK Go Global Tahap 1 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Total terdapat 14.523 pendaftar yang mengikuti rangkaian seleksi.

Seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari administrasi, tes tertulis hingga wawancara. Setelah seluruh proses tersebut, sebanyak 3.340 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Peserta yang telah memiliki dasar kompetensi kemudian mendapatkan pelatihan peningkatan keterampilan atau upskilling. Pelatihan tersebut menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pasar atau demand-driven.

Haris menyebut pelatihan tersebar di 167 kelas yang berada di bawah 20 wilayah kerja Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Untuk wilayah Jawa Timur, pelatihan SMK Go Global Tahap 1 difokuskan di dua lokasi utama, yaitu Balai Diklat Industri Surabaya dan Politeknik Kesehatan Malang.

100 CPMI Jatim Disiapkan ke Taiwan dan Malaysia

Pelatihan CPMI di Balai Diklat Industri Surabaya saat ini diikuti 100 peserta. Program di lokasi tersebut difokuskan pada bidang operator produksi untuk memenuhi permintaan kerja atau job order dari negara tujuan Taiwan dan Malaysia.

Haris berharap para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menggali pengalaman kerja internasional.

Menurutnya, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri diharapkan dapat menjadi modal bagi PMI untuk meningkatkan kemampuan sekaligus daya saing di pasar kerja global.

Haris juga mendorong para calon PMI untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional yang menawarkan standar gaji lebih tinggi.

"Diharapkan melalui program ini, tingkat kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga PMI, dapat meningkat," imbuh Haris.

Jaringan Mitra SMK Go Global Diperluas

Untuk menjaga keberlanjutan program, BP3MI Jawa Timur kini menyiapkan perluasan jaringan mitra pelaksana SMK Go Global pada tahap selanjutnya.

Sejumlah institusi pendidikan tinggi dan vokasi terkemuka tengah dijajaki untuk terlibat dalam pengembangan program tersebut.

Beberapa institusi yang sedang dijajaki meliputi Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika Malang, serta Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.

Selain itu, terdapat Politeknik Kesehatan Surabaya, Politeknik Negeri Jember, dan Politeknik Negeri Madura.

Hingga saat ini, proses penjajakan dan penyiapan dokumen kerja sama dengan para mitra strategis tersebut terus dimatangkan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program SMK Go Global sekaligus memperluas akses pelatihan bagi calon PMI yang akan memasuki pasar kerja internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.