Massa yang ikut aksi unjukrasa di Jakarta pada Kamis (27/8/2026) siang kemarin masih bertahan di bawah Fly Over Slipi, Jakarta Barat.
Hingga Jumat (28/8/2026) pagi, massa yang jumlahnya cukup banyak berkumpul di pinggir rel kereta api Palmerah menuju Tanah Abang.
Dikutip dari Tribunnews.com, berdasarkan pantauan dari CCTV Live TikTok amatyuda14, pada pukul 05.00 WIB, massa masih terus bertahan.
Sementara aparat kepolisian berkali-kali menembakkan gas air mata ke udara dari atas fly over.
Dampak dari adanya kerumunan massa tersebut perjalanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Parung Panjang mengalami gangguan.
Dikutip dari akun KAI Commuter di media sosial X perjalanan KRL dari arah Parung Panjang hanya sampai stasiun Palmerah.
"Sehubungan dengan adanya kerumunan orang di sekitar jalur Palmerah–Tanah Abang. Berikut penyesuaian perjalanan Commuter Line: KA 1613D (Parungpanjang—Tanah Abang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Palmerah, kembali KA 1614D (Palmerah—Rangkasbitung," tulis KAI Commuter Line.
Massa sebelumnya dilaporkan melakukan perusakan beberapa unit kendaraan di Jalan S Parman, Jakarta Barat.
Perusakan itu terjadi antara pukul 02.00 hingga 03.00 dinihari.
Massa merusak truk dan kendaraan lainnya. Beberapa diantaranya juga ada yang dibakar.
Perusakan disertai pembakaran tersebut dipicu adanya sekelompok orang yang diduga ormas datang dan berhadap-hadapan dengan massa yang sebagian pelajar dan warga sekitar lokasi kejadian.
Bentrok juga sempat terjadi di kawasan Petamburan, Jakarta.
Titik-titik berkumpulnya massa diantaranya di kolong Flyover Slipi, depan Menara BNI Pejompongan, Perempatan Slipi hingga arah Stasiun Palmerah.
Sementara itu hingga pukul 07.24 WIB, kawasan di Palmerah Jakarta tepatnya di bawah kolong Fly Over Slipi masih panas.
Massa masih berkerumun dalam jumlah banyak dan bertahan di kawasan Pejompongan tepatnya depan Menara BNI.
Sementara aparat kepolisian masih bertahan di depan Gedung Manggala Wanabakti dan Kemenhut.
Mereka masih berhadapan dengan massa yang posisinya berada di depan Menara BNI.
Aparat kepolisian terlihat sesekali menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Namun massa tetap bertahan tidak membubarkan diri.
Sementara arus lalu lintas dari arah Bendungan Hilir menuju Jalan Tentara Pelajar, Stasiun Palmerah tidak bisa dilintasi sama sekali oleh kendaraan bermotor.
Namun, perjalanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Parung Panjang sudah normal kembali
Dalam video terlihat kerumunan massa sebagian besar adalah kalangan pelajar STM yang bergabung dengan warga sekitar dan ojek online.