Uji Sampel Penyebab Keracunan MBG di Kampar Belum Keluar, Yayasan Pengelolanya Diduga Miliki 7 SPPG
Firmauli Sihaloho August 28, 2026 02:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Penyebab pasti keracunan diduga dari Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tapung Hulu belum terungkap. 

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau, Syartiwidya mengatakan belum menerima hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

"Saya belum terinfokan hasil lab. Biasanya dua minggu," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (28/8/2026).

Keracunan massal dialami 157 orang. Terdiri dari siswa dan guru SMK Negeri 1 Tapung Hulu sebanyak 144 orang serta siswa SD Negeri 008 Rimba Beringin 13 orang. 

Keracunan terjadi pada Selasa (18/8/2026). Korban terus bertambah hingga Kamis (20/8). Para korban mengalami gejala pusing, mual, muntah, sakit perut, dan diare. 

Hasil penelusuran Dinas Kesehatan Kampar mengungkap menu MBG untuk sekolah itu dipasok dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampar Tapung Hulu Bukit Kemuning. 

Menu terdiri dari nasi putih, sop ayam, tahu goreng, mentimun, dan pisang. Menurut pengakuan korban saat diwawancara Dinkes, mengungkap adanya kelainan pada makanan.

"Kuah sop ayam asam dan daun bawangnya berbuih," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Zulhendra Das'at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Harga Karet Kuansing Tembus Rp20.600 per Kilogram, Petani Diminta Waspadai Karhutla

Baca juga: Level Kualitas Udara di Pekanbaru Hitam, Kebakaran Lahan Semakin Meluas

Yayasan Miliki 7 SPPG

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampar Tapung Hulu Bukit Kemuning diketahui milik Yayasan Tunas Maju Karya.

Keterangan pihak SPPG kepada Dinkes, menyebut MBG yang diolah pada hari terjadinya keracunan sebanyak 2.583 porsi. 

Terdiri dari 909 porsi untuk SMKN 1 Tapung Hulu serta 1.674 porsi untuk SDN 008 Rimba Beringin dan kelompok 3B yaitu ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.

"Masakan diolah pukul 00.30 WIB untuk SD, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B). Masakan diolah untuk SMK pukul 03.30 WIB," ungkapnya Elfian, Kamis (20/8/2026).

Proses pemorsian dilakukan pada pukul 07.00 sampai 10.00 WIB. MBG didistribusikan pukul 11.00 WIB.

Sementara itu, data dari sumber terpercaya mengungkap Yayasan Tunas Maju Karya tidak hanya memiliki SPPG. Tercatat dalam data, yayasan itu memiliki tujuh SPPG di Kampar.

Total penerima manfaat (PM) yang disuplai tujuh SPPG itu sebanyak 14.906 jiwa. Berikut daftar dan sebaran SPPG milik Yayasan Tunas Maju Karya di Kampar:

1. SPPG Kampar Rumbio Jaya Pulau Payung 

Penerima Manfaat: 2.292 orang

2. SPPG Kampar Tapung Hulu Bukit Kemuning

Penerima Manfaat: 1.868 orang

3. SPPG Kampar Koto Kampar Hulu Gunung Malelo

Penerima Manfaat: 2.295 orang

4. SPPG Kampar Tapung Hulu Sumber Sari 2

Penerima Manfaat: 1.574 orang

5. SPPG Kampar Gunung Sahilan Makmur Sejahtera

Penerima Manfaat: 1.800 orang

6. SPPG Kampar Tapung Hilir Tapung Lestari

Penerima Manfaat: 2.257 orang

7. SPPG Kampar Tapung Hilir Kijang Jaya 2

Penerima Manfaat: 2.820 orang

Tribunpekanbaru.com telah mengonfirmasi data tersebut di atas kepada beberapa otoritas terkait. Tak satupun memberi respons hingga Jumat (28/8) siang. (Fernando Sihombing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.