Muktamar ke-35 NU, PKB Lampung Utara Titip Harapan Ekonomi Umat
Reny Fitriani August 28, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menjadi perhatian warga Nahdliyin hingga ke daerah.

Baca Juga: Muktamar Ke-35 NU, PWNU Lampung Dukung Gus Kikin Jadi Ketum

Ketua DPC PKB Kabupaten Lampung Utara Fatikhatul Khoiriyah menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh rangkaian Muktamar berjalan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi NU, umat, dan bangsa.

Menurutnya, Muktamar ke-35 memiliki arti penting karena menjadi momentum NU memasuki abad kedua perjalanan organisasi.

"Apapun hasil Muktamar nanti, semangat gotong royong dan persaudaraan yang sudah lama terjalin di Lampung Utara harus terus kita rawat bersama," ujar Fatikhatul dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Ia menilai hasil Muktamar nantinya tidak hanya berpengaruh terhadap arah internal organisasi, tetapi juga memiliki relevansi terhadap kehidupan warga Nahdliyin di daerah.

Terlebih, kata dia NU dan PKB memiliki hubungan historis dan kultural yang kuat sejak partai tersebut didirikan pada 1998 atas prakarsa para kiai dan tokoh NU.

Bagi Fatikhatul, momentum Muktamar juga menjadi bagian penting dalam memperkuat perjuangan nilai-nilai ke-NU-an melalui jalur politik dan kebijakan publik.

Ia berharap kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke depan dapat semakin memperkuat agenda keumatan, terutama di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Tema Muktamar ke-35, "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa", dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat daerah.

Di Lampung Utara, kata dia, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan pemberdayaan masyarakat, khususnya sektor ekonomi yang menjadi tumpuan warga.

Pertanian dan perkebunan, termasuk kopi, singkong, dan padi, menjadi sektor penting bagi masyarakat Lampung Utara.

Karena itu, penguatan ekonomi berbasis pesantren dan Nahdliyin dinilai dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Bagi PKB, momentum abad kedua ini bisa dibaca sebagai ajakan untuk memperbarui relevansi hubungan partai dengan basis Nahdliyin, bukan sekadar mewarisi legitimasi historis, tetapi terus membuktikan bahwa jalur politik yang dibangun sejak 1998 masih mampu menerjemahkan cita-cita keumatan NU menjadi kebijakan nyata," katanya.

Fatikhatul juga mengajak seluruh kader PKB dan warga Nahdliyin di Lampung Utara untuk bersama-sama mendoakan kelancaran Muktamar ke-35 NU.

Ia menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, toleransi, dan semangat gotong royong di tengah keberagaman suku dan budaya masyarakat Lampung Utara.

Menurutnya, nilai moderasi dan persaudaraan tidak hanya penting dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga menjadi modal sosial untuk menjaga kerukunan masyarakat.

64 Utusan Resmi dari Lampung

Sebelumnya, Ketua PWNU Lampung Puji Raharjo menjelaskan, Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting bagi NU untuk membahas program, organisasi, hingga kepemimpinan lima tahun ke depan.

Dari Lampung, terdapat 16 cabang yang mengirimkan masing-masing empat utusan resmi. Dengan demikian, total peserta resmi dari Lampung mencapai 64 orang.

Di luar peserta resmi tersebut, terdapat ribuan pengurus, kader, badan otonom (banom), hingga warga NU asal Lampung yang datang ke Jombang sebagai penggembira.

PWNU Lampung juga membawa sejumlah aspirasi dalam forum Muktamar, salah satunya perbaikan tata kelola organisasi agar NU semakin kuat sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah.

"Kami ingin NU kembali kuat sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah. Organisasi harus lebih tertib, hubungan Syuriyah dan Tanfidziyah harus semakin jelas, kaderisasi harus diperkuat, pesantren harus ditempatkan sebagai basis utama NU," ujar Puji.

Selain tata kelola organisasi, PWNU Lampung mendorong penguatan kaderisasi dan menempatkan pesantren sebagai salah satu basis utama gerakan NU.

Puji berharap Muktamar ke-35 tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan agenda yang memperkuat NU dalam lima tahun mendatang.

Sektor pendidikan, pesantren, ekonomi jamaah, kaderisasi, pelayanan sosial, serta penguatan struktur NU di tingkat cabang dan ranting diharapkan menjadi perhatian.

"Harapan kami, lima tahun ke depan NU lebih banyak berbicara tentang pendidikan, pesantren, ekonomi jamaah, kaderisasi, pelayanan sosial, penguatan cabang dan ranting, serta kontribusi NU bagi bangsa," katanya.

Muktamar ke-35 NU juga menjadi momentum pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.