416 Keluarga di Kepahiang Dapat Program Bedah Rumah, Bantuan Rp20 Juta per Rumah
Rita Lismini August 28, 2026 03:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan   

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sebanyak 416 keluarga di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, mendapat rekomendasi sebagai penerima program bedah rumah tahun 2026. 

Program bedah rumah ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus membantu keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni agar dapat menempati hunian yang lebih aman dan nyaman. 

Program tersebut menyasar rumah warga yang dinilai layak menerima bantuan, dengan salah satu syarat utama yakni memiliki lahan atau tanah atas nama pribadi. 

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang, Bambang Utoyo mengatakan, usulan program bedah rumah yang masuk ke pihaknya saat ini mencapai sekitar 900 keluarga. 

"Dari yang sudah mendapat rekomendasi sekitar 416 keluarga dengan kategori yang benar-benar layak menerima dan tanah milik pribadi, karena kita hanya menghimpun dan menginput data, baru ditentukan oleh pusat," ucap Bambang. 

Ratusan penerima bantuan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kepahiang, di antaranya Kecamatan Bermani Ilir, Kabawetan, Ujan Mas, Kepahiang, Merigi dan Seberang Musi. 

Dalam program tersebut, setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk memperbaiki atau membedah rumah yang dinilai membutuhkan perbaikan. 

Bambang menjelaskan, dana bantuan tersebut dibagi menjadi dua komponen, yakni Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. 

"Total anggaran yang didapatkan dalam program ini sekitar Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah hanya satu tukang," jelasnya. 

Menurut Bambang, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan melalui rekening bank milik penerima. Setelah dana diterima, penerima dapat menggunakannya untuk membeli material bangunan serta membayar upah tukang sesuai ketentuan program. 

Untuk pengerjaan, setiap rumah ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan. 

Sementara itu, pelaksanaan program bedah rumah tahap pertama di Kecamatan Kabawetan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. 

Bambang berharap pelaksanaan program tersebut dapat berjalan sesuai target sehingga masyarakat penerima segera mendapatkan hunian yang lebih layak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.