TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Rektor Universitas Pakuan (Unpak) Bogor Didik Notosudjono menyampaikan pesan untuk mahasiswanya yang demo di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Rektor Unpak, Didik Notosudjono meminta mahasiswa demo yang tertib dan tidak anarkis.
"Pesan demo itu yang sopan (tertib), tapi target-target (tuntutan) bisa tercapai. Kira-kira seperti itu," ujar Didik saat ditemui Kompas.com di Universitas Pakuan, Jumat.
Ia menuturkan, sangat mendukung aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh mahasiswanya dengan memberikan catatan agar tetap kondusif dan menjaga satu sama lain.
Sebab, lanjut dia, para mahasiswa itu membawa nama baik universitas.
"Ya itu, mahasiswa yang demo, demo tidak dilarang. Itu kan aspirasi kan, aspirasi. Hanya kita itu dalam demo itu, ya itu pesan saya. Tolong jaga nama baik Universitas Pakuan itu aja," jelasnya.
Didik mengaku memberikan fasilitas bus kepada para mahasiswanya yang ingin demo.
"Ya ada (bus). Kan kita kasih, enggak ada masalah, ya. Kita kasih," kata Didik.
Diketahui, pihak universitas menyediakan satu unit bus milik kampus sebagai transportasi mahasiswa yang ingin melakukan aksi unjuk rasa di DPR RI.
Sementara itu, pihak mahasiswa menambah armada bus sebanyak dua unit miniarta untuk menunjang transportasi.
Presiden Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan, Galuh Maulana mengungkapkan, sekitar 100 mahasiswa Unpak akan datang ke Jakarta.
Mereka melakukan kolektif dan ketersediaan anggaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk membayar sewa dua unit bus.
"Kita menuju ke Jakarta menggunakan bus. Satu dari bus (kampus) Pakuan, dua dari bus sewaan kita dari Miniarta," kata Galuh saat ditemui Kompas.com di Universitas Pakuan.
"Kita menginformasikan ke kawan-kawan yang berangkat, kita kolektif dan sekaligus kita juga ada slot anggaran dari kelembagaan BEM KBM," lanjutnya.
Tuntutan demo yang akan disampaikan mahasiswa Universitas Pakuan yakni:
Sumber: Kompas.com