Santerra Lirik Pantai Ngliyep Kabupaten Malang untuk Dibangun Hotel dengan Kamar Menghadap Laut
Eko Darmoko August 28, 2026 06:00 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Upaya untuk memperkuat APBD agar tak oleng di saat adanya tekanan dari pusat untuk mengirit anggaran, Pemkab Malang terus mempercayakannya kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Yetty Nurhayati, untuk jadi penyelamatnya.

Usai meraup pundi-pundi keuangan Rp 79,2 miliar, dengan menyewakan aset lahan seluas 106,80 Hektare (Ha) dan bangunan, Yetty Nurhayati tak diam.

Namun, ia kembali akan mengoptimalkan aset, yang bakal jadi beban berat APBD, untuk bisa dikerja-samakan dengan pihak investor. Yakni, aset wisata Pantai Ngliyep.

Sebab, jika tidak, dipastikan APBD Pemkab Malang tak akan mampu membangkitkan destinasi wisata yang sudah lama sekarat itu.

Seperti Hotel Songgoriti, yang ada pemandian air panas. Saat ini, kondisnya sudah jadi bangunan tua yang angker.

Sebab, destinasi wisata yang berdiri di lahan seluas 5 hektare (Ha) itu, sudah lama tak ada pengunjungnya karena tak terawat, hingga akhirnya terbengkalai.

Akhirnya, Pemkab Malang membiarkannya karena Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa, tak mampu mengelola.

Baca juga: Pintar Kelola Aset, Pemkab Malang Raup Rp 79,2 Miliar, Puluhan Ribu PPPK Terhindar dari PHK

"Iya, aset-aset yang jadi beban APBD, lagi kami data dan akan kami optimalkan agar jadi aset yang menghasilkan" ungkap Yetty kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (27/8/2926).

Seperti Pantai Ngliyep, yang ada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang agar nasibnya tak seperti Songgoriti, lanjutnya, itu akan dicarikan investor.

Sebab, saat ini kondisi Pantai Ngliyep sudah lama ditinggalkan pengunjung karena kondisinya tak terawat dan berkembang apa adanya.

Akhirnya, wisatawan lebih memilih berlibur ke pantai yang ada di sebelahnya karena jauh lebih bagus.

Seperti Pantai Modangan, yang ada permainan Paralayang, dengan terbang malam hari.

Juga ada Pantai Banyu Meneng, Pantai Teluk Asmara, Pantai Batu Bengkung, dll.

Semua wisata pantai itu baru dikelola namun bisa menggalahkan wisata pantai lama, seperti Pantai Balekambang karena tak dikelola dengan baik.

"Saat ini lagi dimatangkan bentuk kerja samanya, dengan investornya, apakah nanti sewa atau bentuk lain."

"Untuk nilai kerja samanya itu setelah dilakukan appraisal oleh penilaian pemerintah dan publik," ungkapnya.

Memang, fakta di lapangan, kondisi wisata Pantai Ngilyep itu bisa diibaratkan 'hidup segan mati tak mau'.

Selain kotor dan tak terawat, jalan menuju ke pantai itu juga sempit dan dibiarkan rusak.

Sementara, Jasa Yasa, Perusahaan Daerah (PD) milik Pemkab Malang, yang diserahi mengelolanya selama ini tak ada greget.

Tiap tahun kian menunggak setoran ke Pemkab Malang.

Dari tujuh wisata yang dikelolanya, dua di antaranya Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep, menunggak PAD Rp 4,5 miliar selama tiga tahun.

Karena faktanya seperti itu, akhirnya pengelolaan wisata Pantai Ngliyep diswastakan, dari pada akan terbengkalai seperti wisata lainnya, seperti Pemandian Metro, di Kepanjen dan pemandian yang lain.

"Calon investornya sudah ada. Yakni, Santerra (Florawisata Santerra De Laponte, yang mengelola wisata di Kecamatan Pujon)."

"Kapan hari, ia sudah bertemu dengan Pak Bupati (Muhammad Sanusi)," ujar Sekda Kabupaten Malang, Budiar.

Baca juga: Pelajar Kota Malang Tertarik Angkutan Gratis, Ketepatan Waktu dan Jangkauan Rute Jadi Pertimbangan

Menurut Budiar, pengelolaan ke swasta itu karena saat ini, ada penambahan lahan seluas 10 Ha di Pantai Ngliyep.

Itu setelah Bupati Sanusi berhasil melobi Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Begitu status lahannya jadi milik Pemkab Malang, Bupati Sanusi berharap agar perkembangan Pantai Ngilyep bisa maju seperti pantai lainnya.

"Calon investornya saat bertemu Pak Bupati, sudah siap jika Pantai Ngliyep akan dibuat seperti Song of Sea, yang ada di Singapura," tuturnya.

Nantinya, lanjut Budiar, lahan 10 Ha itu akan dibikin wahana buatan, sehingga wisatawan tak cuma menikmati suara ombak yang mendebarkan dan keindahan alam, seperti sunrise dan sunset.

Namun, konsepnya akan dibikin pertunjukan multimedia yang spektakuler. Yakni, di bibir laut, akan dibuatkan wahana kembang api, yang menyembur ke laut.

Juga, dilengkapi seperti taman bermain air. Seperti selancar air yang mendebarkan karena juga ada kolam ombak, juga ada wahana uji nyalinya seperti flying fox.

"Yang bikin krasan pengunjung, nanti dibuatkan hotel dengan kamarnya menghadap ke laut sehingga pengunjung bisa menikmati deburan ombak dan semilir angin malam dari dalam kamarnya," ungkap Budiar.

Terobosan itu direspons baik oleh M Ukasyah, anggota DPRD Kabupaten Malang.

Sebab, jika tidak dikelola swasta, Pantai Ngliyep yang pernah legend tahun 1990-an itu kian tak terawat dengan baik.

Menurut Ukasyah, sudah lebih dari 20 tahun, pantai itu berkembang apa adanya.

Itu kalah dengan belasan wisata pantai lainnya, yang dikelola pihak desa setempat, justru berkembang maju.

"Mumpung ada investor yang meliriknya, Pak Bupati harus menyiapkan karpet merah buat mempermudah perizinannya," tegas Ukasyah, anggota Fraksi Gerindra.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.