BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Embung Jokowi di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, masih menjadi salah satu tumpuan operasi water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor.
Kondisi sumber air tersebut menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat melakukan peninjauan langsung, Jumat (28/8/2026).
Keduanya mengecek kondisi permukaan air di embung yang dalam beberapa waktu terakhir terus digunakan helikopter untuk mengambil air dalam operasi pemadaman dari udara.
Gubernur Kalsel H Muhidin mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan, volume air di Embung Jokowi masih memungkinkan untuk mendukung kegiatan water bombing.
"Alhamdulillah masih bisa dan heli beberapa kali mengambil di sini. Tetapi sejauh ini kita masih kerja," ujar Muhidin.
Baca juga: Pasok Makanan Petugas Karhutla, Sat Brimob Polda Kalsel Siagakan Randurlap di Ring 1 Bandara
Baca juga: Demo “Kalsel Lumpuh Jilid II” Memanas, Mahasiswa Masih Bertahan hingga Malam
Menurutnya, pemadaman di kawasan Guntung Damar masih masih mengalami kebakaran di sejumlah titik. Oleh karena itu, upaya penanganan melalui darat maupun udara tetap dilakukan.
“Ternyata di sini api masih banyak. Banyak terlihat di mana-mana api. Kami saat ini berada di Embung Jokowi untuk meninjau cadangan air, apakah masih cukup,” ujar Gubernur.
Normalisasi Kanal dari Irigas8 Cindai Alus Dikebut.
Meski masih mencukupi, pemerintah tidak ingin pasokan air di embung terus menurun akibat pengambilan air oleh helikopter.
Untuk mengantisipasinya, normalisasi saluran dari Kanal Irigasi Air Cindai Alus menuju Embung Jokowi dipercepat atau dikebut.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan jalur aliran air tersebut.
Orang nomor satu di Pemeeintaha Kalsel itu, mengatakan, langkah ini dilakukan agar suplai air ke embung kembali lancar dan cadangan untuk kebutuhan water bombing tetap tersedia.
“Karena tanpa diisi nanti kita kekurangan air,” jelasnya.
Pemerintah juga berupaya agar helikopter tidak perlu mengambil air dari sumber milik masyarakat di sekitar lokasi.
Sebelumnya, kebutuhan air untuk water bombing sempat dipenuhi dari tambak warga karena sumber air di sekitar titik pemadaman menjadi terbatas.
“Jangan sampai mengambil di tambak punya orang. Kita usahakan supaya cukup di sini. Mudah-mudahan air secepat mungkin mengalir ke sini sehingga heli mudah mengambil,” harap Muhidin.
Langsung Lakukan Pemadaman.
Begitu rombongan Gubernur Kalsel dan Kapolda Kalsel balik kanan dan keluar dari embung Jokowi, api muncul di jalan masuk ke Bandara.
Tak ayal, baik Kapolda dan Gubernur langsung perintahkan pemadaman di akses Bandara hingga gelap malam.
Kepada pers, Gubernur Kalsel, H Muhidin menjelaskan persoalan karhutla di Guntung Damar (termasuk di akses menuju Bandara) tidak hanya berkaitan dengan api yang terlihat di permukaan.
Kondisi lahan gambut membuat bara masih dapat bertahan di bawah permukaan tanah meski api telah berhasil dipadamkan.
Muhidin menguraikan, bara tersebut berpotensi memicu kebakaran kembali apabila terbawa angin dan mencapai bagian lahan yang masih kering.
“Di sini daerah gambut. Baranya masih ada. Kalau terbawa angin kemudian sampai ke salah satu lokasi yang kering, bisa terbakar lagi,” kata Muhidin.
Karena itu, proses penanganan juga dilakukan dengan pembasahan dan pendinginan lahan gambut. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi potensi munculnya kembali titik api. 0ada pemadaman ini dipakai ketersediaan air di bioflog dari Polda Kalsel sekaligus mencoba pemadaman gunakan tepung dan cairan busa.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda