BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYAKARTA - Persiapan PS Barito Putera menuju kompetisi Liga 2 Championship tak hanya digenjot lewat latihan fisik dan taktik. Di sela pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta, pemain dan official Laskar Antasari juga mendapat pembekalan mengenai aturan permainan sepak bola.
Program edukasi Laws of The Game (LoTG) tersebut digelar Rabu (26/8/2026), dengan menghadirkan Referee Assessor (RA) yang ditugaskan secara resmi oleh PSSI sebagai pemateri.
Dalam pembekalan itu, para pemain dan official mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan regulasi sepak bola, interpretasi aturan, hingga penerapannya dalam berbagai situasi yang dapat terjadi selama pertandingan.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya Barito Putera untuk menyamakan pemahaman seluruh elemen tim terhadap regulasi permainan.
Dengan pemahaman yang lebih seragam, pemain maupun official diharapkan dapat memahami berbagai keputusan serta situasi yang muncul selama pertandingan secara lebih baik.
Bagi manajemen Barito Putera, pembekalan regulasi juga tidak sekadar berkaitan dengan pertandingan. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan aspek Sporting yang masuk dalam proses Club Licensing.
Artinya, persiapan klub menuju kompetisi tidak hanya berbicara soal seberapa kuat skuad di atas lapangan, tetapi juga bagaimana klub membangun standar kerja dan profesionalisme di berbagai aspek.
Owner PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, mendukung pelaksanaan program edukasi tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas klub harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan meningkatkan pengetahuan pemain dan official.
“Kami mendukung dan akan terus mendorong program-program edukasi seperti ini. Pemahaman terhadap regulasi permainan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas klub,” ujar Hasnur, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola klub yang lebih baik.
Terlebih, pemain dan official merupakan bagian penting dalam memastikan pertandingan berlangsung sesuai aturan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus memperkuat tata kelola dan aspek teknis klub, sehingga kompetisi dapat berjalan secara fair dan profesional,” katanya.
Hasnur menilai peningkatan kapasitas tim tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan teknis di lapangan.
Pengetahuan mengenai regulasi juga perlu diberikan agar pemain dan official memiliki pemahaman yang sama ketika menghadapi berbagai situasi pertandingan.
“Melalui program Educational Programme Laws of The Game, saya berharap pemain dan official memiliki pemahaman yang lebih seragam terhadap regulasi sepak bola,” pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)