Baru Sebulan Dihuni, Huntap Korban Banjir di Aceh Timur Sudah Retak
Muliadi Gani August 29, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR – Pembangunan rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir di Gampong Kabu, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, memicu kekecewaan warga penerima manfaat.

Meski baru dihuni sekitar satu bulan, sejumlah unit bangunan dilaporkan sudah mengalami retak-retak dan diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak kontraktor.

Keluhan tersebut salah satunya disampaikan oleh Muhammad Fuad, seorang penerima manfaat Huntap.

Ia mengaku kerap merasa waswas dan khawatir akan keselamatan keluarganya saat berada di dalam rumah.

Menurut Fuad, dinding rumah berbahan bata ringan (hebel) tersebut sering mengeluarkan suara aneh, terutama saat terik matahari melintas.

"Suaranya trap, trap, trap begitu, dan itu selalu terdengar saat siang hari saat cuaca panas.

Jadi saya khawatir takutnya ini roboh, apalagi kan katanya dibuat dengan hebel," ungkap Fuad pada Jumat (28/8/2026).

Baca juga: Wagub Aceh Pimpin Rakor Percepatan Pemulihan Pascabencana, Soroti Sinkronisasi Data dan Huntap

Fuad menceritakan, sejak masa konstruksi berlangsung, ia sudah mengamati adanya celah atau rongga yang tidak menyatu antara tiang penyangga dan dinding hebel.

Hal itu dinilainya sangat membahayakan ketahanan struktur bangunan.

Selain retakan yang mengancam kekokohan, Fuad juga menyoroti hasil pengerjaan fisik yang diduga melenceng dari spesifikasi awal.

Dinding hebel yang seharusnya diplester halus sesuai gambar rencana, kenyataannya hanya dilapisi cat putih tipis tanpa plesteran.

Pengerjaan bagian plafon pun terkesan terburu-buru dan tidak rapi, sementara bagian lantai yang semestinya dipasangi keramik masih dibiarkan berupa coran semen kasar.

Kondisi memprihatinkan ini memantik perhatian langsung dari Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.

Saat meninjau lokasi Huntap, Iskandar mengecam keras kualitas pengerjaan proyek yang dinilai jauh dari janji awal pihak penyedia jasa.

Baca juga: Pemerintah Aceh Percepat Pembukaan Jalur Ro-Ro Krueng Geukueh-Penang,PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Ia menegaskan bahwa sejak awal dipresentasikan, proyek Huntap ini dirancang sebagai hunian ramah dan tahan bencana.

Namun kenyataannya, belum lagi diterjang bencana, dinding bangunan sudah retak-retak.

"Ini rumah tahan bencana, mereka presentasi kepada kami, tetapi belum ada bencana sudah retak.

Iskandar menekankan bahwa proyek Huntap tersebut sejak awal dipresentasikan sebagai hunian tahan bencana, sehingga kualitas pengerjaannya harus benar-benar diperhatikan agar aman dan layak huni bagi warga terdampak banjir.

Bagaimana ini? Maka saya meminta perbaiki semua, kita tidak menerima kalau seperti ini," tegas Iskandar di lokasi peninjauan.

Bupati menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal proses rehabilitasi seluruh unit Huntap di Gampong Kabu.

Pihak kontraktor diwajibkan memperbaiki seluruh kerusakan serta melengkapi fasilitas sesuai spesifikasi teknis agar rumah tersebut benar-benar aman, layak, dan nyaman dihuni oleh warga terdampak banjir.

(Serambinews.com/Maulidi Alfata)

Baca juga: Kapolri Segera Resmikan 300 Huntap Presisi untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Baca juga: UBBG Ajak Generasi Muda Aceh Jadi Penjaga Bahasa dan Budaya Melalui Prodi PBSA

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.