Tekan Bau Sampah Putri Cempo Solo, Tenaga Ahli Rekomendasikan Kabut Buatan
Ryantono Puji Santoso August 29, 2026 06:28 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim Ahli Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo, Prof. Prabang Setyono, merekomendasikan kabut buatan untuk menekan bau sampah di sekitar permukiman TPA Putri Cempo.

Ia merekomendasikan alat pembuat kabut dipasang di batas dekat permukiman.

“Jadi ikhtiarnya itu saya dengan menggunakan apa namanya water spray ya. Jadi pengabutan ya. Jadi istilahnya ada waste treatment-nya itu kan memang ada border batas itu ya yang kayak ada tulisan taman itu loh,” jelasnya saat dihubungi Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, metode ini cukup efektif untuk menekan bau akibat sampah yang ditumpuk di TPA Putri Cempo.

Meski tak seluruhnya bau dapat hilang, setidaknya polusi udara bisa diminimalisasi.

Terlalu Dekat dengan Tempat Pembuangan Sampah

Permasalahan utama permukiman di dekat TPA Putri Cempo yakni rumah warga yang terlalu dekat dengan tempat pembuangan sampah.

Meski begitu, tetap ada upaya yang bisa dilakukan.

“Sebenarnya saya sudah merekomendasikan itu karena rumah penduduk itu kan amat sangat ya berdekatan ya istilahnya terasnya teras untuk perjalanan dari truk-truk sampah itu gimana enggak bau kan begitu kan ya. Memang ini ya kalau istilahnya kita pandang sebuah kasus-kasus yang memang agak sedikit rumit ya. Karena apa ya ya memang positioning-nya rumah memang segitu gitu kan ya sehingga radius baunya itu kan istilahnya mau diisolasi seperti apa ya memang terlalu dekat rumah gitu kan. Tapi bukan berarti kalau kita tidak ada ikhtiar,” tuturnya.

Semestinya permukiman di dekat tempat pembuangan sampah harus berjarak sekurang-kurangnya 100 meter.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Murah Meriah di Solo : Taman Sunan Jogo Kali Jadi Pilihan Bersantai saat Weekend

Namun, permukiman yang terlanjur berdiri tak bisa digusur begitu saja.

“Bicara ideal ya kalau bicara ideal itu minimal sekitar 100 m itu dianggap kalau saya mengatakan itu standar lah kalau ingin ideal sekali lebih lebih jauh lebih baik. Jangan ditawar-tawar gitu kan. Tapi kalau mau 150-200 m jauh lebih baik kan begitu kan. Ya tapi kan nggak mungkin rumah sudah tertanam di situ,” terangnya.

Pihaknya saat ini telah melayangkan rekomendasi ini ke sejumlah pihak terkait.

Nantinya pemasangan alat pembuat kabut akan bergantung pada pihak berwenang.

“Kuantitas kecil itu kan mesti dengan angin ya sudah ditapis kalaupun harus ada bau ya baunya tidak menyengat seperti kalau seandainya tidak ada water treatment water spray itu saya kira itu sudah saya rekomendasikan. Persoalan apa namanya infrastruktur mau dipasang kapan saya rekomendasi ya itu tergantung stakeholder yang memang punya sarana. Jadi mungkin itu mau bau dari lindi mau bau dari sampah yang memang terjadi proses pembusukan sampah organik itu campuran itu itu kalau ditapis dengan itu ya minimal akan akan berkurang,” jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.