Doa Menerima Zakat dari Muzakki Lengkap Arab Latin dan Artinya, Ukhuwah Penuh Berkah
Nanik Ratnawati August 29, 2026 06:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Zakat merupakan rukun Islam ketiga yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Dalam proses penyerahan zakat, terdapat adab mulia yang diperintahkan Allah, yaitu doa dari mustahik untuk pemberi zakat. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui doa menerima zakat dari muzakki lengkap arab latin dan artinya.

Allah SWT berfirman, yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.” (QS. At-Taubah:103).

Doa bagi pemberi zakat merupakan bagian integral dari ibadah zakat itu sendiri. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengutip perkataan Imam Syafi’i yang menganjurkan doa ini sebagai bentuk kebaikan bagi penerima zakat.

Membaca doa ketika menerima zakat adalah bentuk syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan dan sekaligus balasan kebaikan bagi muzakki. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang memberikan kebaikan kepadamu, maka balaslah kebaikannya. Jika kalian tidak sanggup membalasnya, doakanlah dia.”

Doa yang diucapkan mustahik adalah ungkapan terima kasih sekaligus bentuk ibadah yang mengandung nilai luhur. Doa ini menjadi ukhuwah antara muzakki dan mustahik, sekaligus permohonan agar harta yang dikeluarkan membawa keberkahan dan penyucian bagi pemberi dan penerimanya.

Bacaan Doa Menerima Zakat dari Muzakki

Berikut adalah beberapa bacaan doa yang dianjurkan ketika menerima zakat dari muzakki, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.

1. Doa Menerima Zakat Menurut Imam Syafi’i dan Imam Nawawi

Doa ini dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar dari perkataan Imam Syafi’i dan para sahabatnya.

Teks Arab: آجَرَكَ اللَّهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا، وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ

Latin: Ajarakallāhu fīmā a‘ṭaita, wa ja‘alahu laka ṭahūran, wa bāraka laka fīmā abqaita

Artinya: “Semoga Allah memberi pahala kepadamu atas apa yang telah engkau berikan, menjadikannya sebagai pembersih bagimu, dan memberkahi apa yang masih engkau tinggalkan.”

Doa ini diriwayatkan dari Imam Syafi’i dan dikutip oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkar An-Nawawiyah. Imam Nawawi menyebutkan bahwa doa ini adalah pilihan yang baik bagi penerima zakat untuk diucapkan kepada pemberi zakat.

2. Doa Menerima Zakat Menurut Habib Hasan Ahmad Muhammad Al-Kaf

Doa ini memiliki redaksi yang sedikit berbeda namun maknanya senada, dikutip dari Habib Hasan Ahmad Muhammad Al-Kaf.

Teks Arab: ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Latin: Ājarakallāhu fī mā a‘ṭaita wa bāraka fī mā abqaita wa ja‘alahu laka ṭahūran

Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Doa ini dikutip dari Habib Hasan Ahmad Muhammad Al-Kaf dalam kitab Taqrīrātus Sadīdah (2003: 418-420).

3. Doa Menerima Zakat Menurut Syekh Nawawi Banten

Syekh M. Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain menganjurkan doa yang lebih panjang bagi mereka yang menerima zakat, termasuk di dalamnya amil atau petugas zakat.

Teks Arab: طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ

Latin: Ṭahharallāhu qalbaka fī qulūbil abrār, wa zakkā ‘amalaka fī ‘amalil akhyār, wa shallā ‘alā rūḥika fī arwāḥis syuhadā’

Artinya: “Semoga Allah menyucikan hatimu pada hati para hamba-Nya yang abrar. Semoga Allah membersihkan amalmu pada amal para hamba-Nya yang akhyar. Semoga Allah bershalawat untuk rohmu pada roh para hamba-Nya yang syahid.”

Doa ini dikutip dari Syekh M. Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain (Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H, halaman 177). Doa ini dilafalkan bagi orang yang menerima zakat, termasuk golongan amil atau petugas zakat.

4. Doa Ringkas: Allāhumma Ṣalli ‘Alaihim

Doa ini merupakan bentuk ringkas yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW ketika beliau menerima sedekah atau zakat.

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ

Latin: Allāhumma ṣalli ‘alaihim

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat/kesejahteraan atas mereka.”

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa RA, beliau berkata: “Apabila seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa sedekahnya, maka beliau mendoakan, ‘ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAIHIM.’ (Ya Allah, berikan selawat atas mereka).” (HR. Bukhari no. 4166 dan Muslim no. 1078). Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga menyebutkan doa ini sebagai amalan yang dianjurkan.

5. Doa: Jazākallāhu Khairan

Doa ini adalah bentuk balasan kebaikan yang paling ringkas namun sangat bermakna.

Teks Arab: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا

Latin: Jazākallāhu khairan

Artinya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya, ‘Jazakallahu khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan),’ maka sungguh ia telah sangat menyanjungnya.” (HR. Tirmidzi no. 2035 dan An-Nasa’i). Doa ini juga disebutkan dalam berbagai literatur sebagai bentuk doa kebaikan bagi pemberi zakat.

6. Doa Ijab Qabul Zakat

Dalam proses penyerahan zakat, terdapat pula bacaan ijab qabul yang diucapkan oleh amil atau penerima zakat.

Teks Arab (Ijab dari Muzakki):

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ مَالِي لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaytu an ukhrija zakāta mālī lillāhi ta‘ālā

Artinya:“Saya niat mengeluarkan zakat hartaku karena Allah Ta’ala.”

Teks Arab (Qabul dari Mustahik/Amil):

قَبِلْتُ هَذِهِ الزَّكَاةَ مِنْكَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Qabiltu hādhihi az-zakāta minka lillāhi ta‘ālā

Artinya:“Saya terima zakat ini darimu karena Allah Ta’ala.”

GOLONGAN PENERIMA ZAKAT (MUSTAHIK)

Allah SWT telah menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat dalam QS. At-Taubah ayat 60:

1. Fakir (الفقراء)

Orang yang tidak memiliki harta benda dan tidak memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

2. Miskin (المساكين)

Orang yang memiliki pekerjaan dan harta, tetapi penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan pokok dirinya dan keluarganya.

3. Amil (العاملين عليها)

Petugas atau panitia yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat.

4. Muallaf (المؤلفة قلوبهم)

Orang yang baru masuk Islam atau orang yang hatinya perlu dikuatkan dalam keimanan, baik Muslim maupun non-Muslim yang diharapkan keislamannya.

5. Riqab (الرقاب)

Budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya melalui perjanjian dengan tuannya.

6. Gharim (الغارمين)

Orang yang memiliki utang karena kepentingan yang halal dan tidak mampu membayarnya.

7. Fi Sabilillah (في سبيل الله)

Orang yang berjuang di jalan Allah, termasuk untuk kepentingan dakwah, pendidikan Islam, dan kemaslahatan umum.

8. Ibnu Sabil (ابن السبيل)

Musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan yang kehabisan bekal dan tidak memiliki biaya untuk melanjutkan perjalanan atau kembali ke kampung halaman.

Hikmah Doa Menerima Zakat Dari Muzakki

Berikut adalah hikmah dari membaca doa ketika menerima zakat dari muzakki:

1. Menjadi Ketenteraman Jiwa bagi Muzakki

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103: “Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.” Doa yang diucapkan mustahik memberikan ketenangan bagi muzakki bahwa hartanya telah dikeluarkan di jalan yang benar dan diterima dengan baik.

2. Membalas Kebaikan dengan Doa

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa jika seseorang tidak mampu membalas kebaikan secara materi, maka doa adalah bentuk balasan yang terbaik. Doa yang dipanjatkan menjadi pengganti ucapan terima kasih yang lebih bermakna di sisi Allah.

3. Membersihkan dan Mensucikan Harta

Doa yang dibaca oleh penerima zakat mengandung permohonan agar zakat yang diberikan menjadi ṭahūr (pembersih) bagi pemberi. Hal ini sejalan dengan fungsi zakat itu sendiri sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu membersihkan dan mensucikan.

4. Mempererat Ukhuwah dan Solidaritas Sosial

Doa yang diucapkan penerima kepada pemberi zakat menciptakan ikatan kasih sayang dan rasa saling menghargai. Hal ini memperkuat hubungan sosial antara muzakki dan mustahik, serta menghilangkan rasa canggung atau rendah diri.

5. Mendatangkan Keberkahan bagi Kedua Belah Pihak

Doa yang tulus dari mustahik menjadi sebab turunnya keberkahan bagi muzakki, sebagaimana terkandung dalam redaksi doa “wa bāraka laka fīmā abqaita” (semoga Allah memberkahi apa yang masih engkau tinggalkan). Keberkahan ini meliputi harta, keluarga, dan kehidupan secara keseluruhan.

 

Pertanyaan Seputar Doa Menerima Zakat

1. Apakah doa ketika menerima zakat wajib dibaca?

Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan (sunnah). Rasulullah SAW menganjurkan agar kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan jika tidak mampu, maka doakanlah pemberi kebaikan tersebut. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar juga menyebutkan anjuran ini berdasarkan perkataan Imam Syafi’i.

2. Apa perbedaan doa menerima zakat dan doa menerima sedekah?

Secara redaksi, doa yang diucapkan untuk menerima zakat dan sedekah pada dasarnya sama, seperti Ajarakallāhu fīmā a‘ṭaita. Namun, dalam praktiknya, doa untuk zakat fitrah kadang ditambahkan dengan redaksi khusus sesuai dengan golongan penerima, termasuk amil zakat.

3. Bolehkah membaca doa menerima zakat dalam bahasa Indonesia?

Boleh. Yang terpenting adalah makna dan niat dalam hati. Namun, membaca doa dalam bahasa Arab sesuai dengan lafal yang diajarkan Rasulullah SAW dan para ulama lebih utama karena mengikuti sunnah dan mendapatkan pahala tambahan dari bacaan Arabnya.

4. Apakah penerima zakat harus mengucapkan doa dengan suara keras?

Tidak harus. Doa dapat dibaca dalam hati atau dengan suara pelan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan ketulusan dalam mendoakan kebaikan bagi muzakki.

5. Apakah doa ini juga dibaca ketika menerima zakat mal?

Ya. Doa-doa di atas dapat dibaca baik ketika menerima zakat fitrah maupun zakat mal. Hukum dan anjuran mendoakan muzakki berlaku untuk semua jenis zakat.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.